Pencegahan Klamidia dan Pengobatan Pada Klamidia

Pencegahan Klamidia

Pencegahan klamidia dapat dilakukan dengan tidak mengganti pasangan seksual, menggunakan kondom dengan benar saat berhubungan seks, dan rutin menjalani skrining klamidia.

Penderita klamidia perlu menghindari hubungan seksual sampai di izinkan oleh dokter, untuk menghindari penularan penyakit ke pasangannya.

Periksa segera di klinik spesialis kelamin jika ingin menyembuhkan klamidia.

Pengertian

Chlamydia ialah penyakit menular seksual yang di sebabkan oleh infeksi bakteri. Jika tidak segera di obati, klamidia dapat meningkatkan risiko infertilitas, terutama pada wanita.

Baca Juga : Apa Itu Klamidia ?

Klamidia bisa di alami oleh pria atau wanita. Pada pria, penyakit ini bisa menyerang saluran kemih (uretritis). Sedangkan untuk wanita, klamidia dapat terjadi pada organ panggul.

Selain itu, penyakit ini juga bisa menular pada bayi yang lahir dari ibu yang mengidap klamidia. Selain organ genital, klamidia dapat menyerang rektum, tenggorokan, dan mata.

Penularan bisa terjadi bila bagian tersebut terkena cairan yang di hasilkan oleh organ genital. Klamidia sering tidak menimbulkan gejala. Oleh sebab itu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi penyakit ini.

Klamidia dapat di obati, tetapi rata-rata orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala. Jika tidak di obati, klamidia dapat menyebabkan komplikasi serius.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin jika Anda dan pasangan memiliki faktor risiko terkait klamidia.

Pencegahan

Cara paling pasti untuk mencegah infeksi klamidia adalah dengan menghindari aktivitas intim yang berisiko. Ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan:

Gunakan Kondom

Gunakan kondom lateks pria atau kondom poliuretan wanita setiap kontak seksual. Kondom yang di gunakan dengan benar setiap kali berhubungan seks dapat mengurangi gejala, tetapi tidak menghilangkan risiko infeksi.

Baca Juga : Gejala Klamidia

Batasi Jumlah Pasangan Seks

Memiliki banyak pasangan seks menempatkan Anda pada risiko tinggi tertular klamidia dan infeksi menular seksual lainnya.

Hindari Douching

Douching tidak di anjurkan karena mengurangi jumlah bakteri baik yang ada di vagina, yang dapat meningkatkan risiko infeksi.

Klamidia dapat menyebabkan komplikasi:

Infeksi Menular Seksual Lainnya

Orang yang menderita klamidia berisiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual lainnya, termasuk gonore dan HIV.

Penyakit Radang Panggul

Ini adalah infeksi rahim dan saluran tuba yang menyebabkan nyeri panggul dan demam. Infeksi berat mungkin memerlukan rawat inap untuk antibiotik intravena. Penyakit radang panggul dapat merusak saluran tuba, ovarium, dan rahim, termasuk leher rahim.

Infeksi Dekat Testis (Epididimitis)

Klamidia dapat menyebabkan masalah di daerah testis (epididimitis). dan menyebabkan demam, nyeri skrotum dan pembengkakan.

Infeksi Kelenjar Prostat

Prostatitis dapat menyebabkan rasa sakit selama atau setelah berhubungan seks, demam dan menggigil, buang air kecil yang menyakitkan, dan nyeri punggung bagian bawah.

Infeksi pada Bayi Baru Lahir

Infeksi klamidia dapat menular pada saluran vagina ke anak saat melahirkan, menyebabkan pneumonia, atau infeksi mata yang serius.

infertilitas

Infeksi klamidia, bahkan tanpa tanda atau gejala, dapat menyebabkan jaringan parut dan penyumbatan saluran tuba, yang dapat membuat wanita tidak subur.

Arthritis Reaktif

Orang yang menderita klamidia berisiko lebih tinggi terkena artritis reaktif, juga di kenal sebagai sindrom Reiter. Kondisi ini biasanya mempengaruhi persendian, mata, dan uretra.

Pencegahan dan Pengobatan Klamidia

Pengobatan Klamidia

Klamidia dapat diobati dengan antibiotik. Pasien perlu minum antibiotik selama 7 hari, atau hanya cukup minum antibiotik dosis tunggal sesuai petunjuk dokter. Penting untuk di ingat, pasien tidak boleh melakukan hubungan intim sampai 7 hari setelah pengobatan selesai.

Ibu hamil yang menderita klamidia perlu segera untuk di obati dengan antibiotik agar tidak menularkan penyakit ini ke janin dan bisa melahirkan secara normal. Pengobatan klamidia pada ibu hamil baru di mulai setelah diagnosis dipastikan melalui tes laboratorium.

Ibu hamil tetap berisiko terkena klamidia, pemeriksaan ulang akan dilakukan pada trimester ketiga kehamilan. Jika hasilnya kembali positif, ibu hamil akan di rawat kembali.

Jika pada ibu hamil masih menderita klamidia menjelang waktu persalinan, dokter akan merekomendasikan operasi caesar. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko penularan klamidia pada bayi yang lahir.

Konsultasikan di Klinik Sentosa

Itulah beberapa fakta yang mengenai Pencegahan Klamidia : Pengobatan Pada Klamidia yang perlu kamu ketahui agar kamu bisa mewaspadai bahwa bahanya penyakit menular seksual ini.

Jika kamu memiliki penyakit menular seksual yang mengganggu, segeralah hubungi Klinik Sentosa melalui nomor 0813-8452-8388 dan ikuti sosial media kami :

Instagram : @kliniksentosajakarta

Twitter : @klinik_sentosa

Tiktok : @klinik_sentosa

Referensi:

  • Alodokter, 2022 https://www.alodokter.com/chlamydia
  • Sehatq, 2022 https://www.sehatq.com/penyakit/klamidia
  • Hellosehat, 2022 https://hellosehat.com/seks/klamidia/penyakit-klamidia/
  • Halodoc, 2022 https://www.halodoc.com/artikel/begini-caranya-cegah-chlamydia-karena-hubungan-intim
| |
Klinik Sentosa - Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin di Jakarta. Didukung oleh tenaga medis serta dokter profesional dan berpengalaman. Anda juga dapat berkonsultasi online secara gratis. Klik disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klinik kulit dan kelamin terpercaya di Jakarta