Sakit Kencing Berobat ke Dokter Apa? Ini Spesialisnya
Klinik Apollo, Jakarta – Sakit kencing berobat ke dokter apa? Keluhan nyeri, perih, atau panas saat buang air kecil bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih (ISK), peradangan saluran kencing, batu saluran kemih, hingga infeksi menular seksual (IMS).
Pemulihan dokter yang tepat bergantung pada gejala, jenis kelamin, dan penyebab keluhan. Pemeriksaan sejak dini membantu dokter menentukan diagnosis serta memberikan pengobatan yang sesuai.
Daftar Isi
ToggleSakit Kencing Sebaiknya Berobat ke Dokter Apa?
Ada beberapa jenis dokter yang bisa menangani keluhan sakit saat buang air kecil. Pemilihan dokter bergantung pada gejala yang dialami dan dugaan penyebabnya. Berikut beberapa pilihan dokter yang bisa Anda kunjungi:
1. Dokter Spesialis Urologi
Menangani gangguan pada saluran kemih, seperti infeksi saluran kemih tertentu, batu saluran kemih, gangguan kandung kemih, dan masalah prostat pada pria. Dokter ini bisa membantu mengevaluasi keluhan nyeri kencing yang menetap atau berulang.
2. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin
Dapat menangani infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore dan klamidia, yang bisa menyebabkan nyeri saat kencing, keluarnya cairan tidak normal dari alat kelamin, atau iritasi pada area genital.
3. Dokter Umum
Dapat melakukan pemeriksaan awal, menilai tingkat keparahan gejala, serta memberikan penanganan awal atau rujukan ke dokter spesialis jika diperlukan. Dokter umum juga bisa menyarankan pemeriksaan urine, untuk membantu mengetahui kemungkinan penyebab keluhan.
Berbagai Penyebab Sakit saat Kencing
Keluhan sakit kencing tidak selalu disebabkan oleh infeksi. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebabnya:
1. Infeksi Saluran Kemih (ISK) – Infeksi bisa menimbulkan rasa perih saat kencing, sering ingin buang air kecil, dan nyeri pada perut bagian bawah.
2. Uretritis – Peradangan pada uretra atau saluran keluarnya urine bisa menyebabkan sensasi terbakar saat kencing. Kondisi ini bisa dipicu oleh infeksi maupun iritasi.
3. Infeksi Menular Seksual (IMS) – Gonore dan klamidia bisa menimbulkan nyeri kencing, cairan tidak normal dari alat kelamin, atau bahkan tidak menunjukkan gejala yang jelas.
4. Batu Saluran Kemih – Batu dapat menyebabkan nyeri pada pinggang atau perut, urine berdarah, dan gangguan saat buang air kecil.
5. Iritasi pada Area Genital – Produk pembersih yang mengandung pewangi, sabun tertentu, atau bahan kimia dapat memicu iritasi di sekitar lubang kencing.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), ISK bisa memengaruhi bagian saluran kemih yang berbeda dan menimbulkan gejala sesuai lokasi infeksi. Karena penyebabnya beragam, dokter perlu melakukan evaluasi sebelum menentukan pengobatan.
Pemeriksaan Apa yang Dokter Perlukan untuk Tahu Penyebabnya?
Dokter akan menentukan pemeriksaan berdasarkan gejala dan dugaan penyakit. Berikut adalah beberapa pemeriksaan yang mungkin dokter perlukan, antara lain:
- Tes urine membantu mendeteksi tanda infeksi, darah, atau kelainan lain pada urine
- Kultur urine untuk mengidentifikasi bakteri penyeab infeksi dan membantu pemulihan antibiotik
- Tes infeksi menular seksual untuk mendeteksi gonore dan klamidia
- Pemeriksaan fisik yang mengalami keluhan
- USG atau pemeriksaan pencitraan lainnya
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala infeksi saluran kemih bisa menyerupai infeksi menular seksual. Oleh karena itu, dokter dapat menyarankan tes IMS sesuai faktor risiko dan gejala pasien.
Cara Mengatasi Keluhan Sakit Kencing
Penanganan sakit kencing harus sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, antara lain:
1. Menggunakan Obat Sesuai Resep Dokter – Antibiotik bisa dokter berikan untuk infeksi bakteri tertentu, sedangkan penyebab lain membutuhkan penanganan berbeda.
2. Mencukupi Kebutuhan Cairan – Minum air putih yang cukup bisa membantu menjaga fungsi saluran kemih, kecuali dokter membatasi asupan cairan karena kondisi tertentu.
3. Menghindari Produk yang Memicu Iritasi – Hindari sabun yang mengandung pewangi atau produk pembersih genital yang menyebabkan rasa perih.
4. Menjalani Pemeriksaan Lanjutan Jika Perlu – Keluhan yang menetap atau berulang perlu dievaluasi kembali, untuk memastikan diagnosis dan efektivitas pengobatan.
Hindari mengonsumsi antibiotik tanpa resep atau menggunakan obat sisa. Pengobatan yang tidak sesuai, bisa menyebabkan efek samping dan membuat penyebab keluhan tidak tertangani dengan tepat.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Jangan mengabaikan sakit kecning, terutama jika keluhan berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain, seperti:
- Nyeri atau rasa terbakar setiap kali buang air kecil
- Sering ingin kencing, tetapi urine yang keluar sedikit
- Urine berdarah, keruh, atau berbau menyengat
- Keluar cairan tidak normal atau nanah dari organ genital
- Nyeri pada perut bagian bawah, pinggang, atau sisi punggung
Segera cari pertolongan medis jika sakit kencing muncul dengan demam dan menggigil, nyeri pinggang berat, muntah, atau tidak bisa buang air kecil. Gejala tersebut bisa menandakan kondisi yang membutuhkan penanganan segera.
Jika Anda mengalami sakit kencing, Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan untuk membantu mengidentifikasi penyebab keluhan. Dokter akan menentukan pemeriksaan serta penanganan berdasarkan kondisi pasien.

FAQ Seputar Sakit Kencing dan Dokter yang Tepat
1. Sakit Kencing Berobat ke Dokter Apa?
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter umum untuk pemeriksaan awal, dokter spesialis urologi untuk gangguan saluran kemih, atau dokter spesialis kulit dan kelamin jika dicurigai terdapat infeksi menular seksual.
2. Apakah Sakit Kencing Selalu Menandakan Infeksi Saluran Kemih?
Tidak. Sakit kencing juga bisa disebabkan oleh uretritis, batu saluran kemih, gangguan prostat, IMS, atau iritasi pada area genital.
3. Apakah Sakit Kencing pada Pria Perlu Diperiksa Dokter Spesialis?
Ya, terutama jika keluhan menetap, berulang, disertai nyeri pada area genital, atau keluar cairan dari penis. Dokter akan menentukan spesialisasi yang sesuai dengan penyebabnya.
4. Apakah Sakit Kencing Bisa Sembuh Tanpa Obat?
Keluhan akibat iritasi ringan mungkin membaik setelah pemicunya dihindari. Namun, sakit kencing akibiat infeksi atau kondisi medis lainnya bisa membutuhkan pengobatan khusus. Pemeriksaan dokter membantu menentukan penanganan yang tepat.
5. Apakah Sakit Kencing Disertai Keluar Nanah Berbahaya?
Kondisi tersebut perlu segera diperiksa karena bisa menandakan uretritis atau infeksi menular seksual, seperti gonore dan klamidia. Jangan menunda pemeriksaan meskipun rasa sakitnya ringan.
Baca Juga: Apakah Kencing Sakit Merupakan Gejala HIV? Ini Faktanya
Mengalami Sakit saat Kencing? Jangan Cemas, Berobat Segera ke Dokter Klinik Apollo!
Mengalami sakit saat kencing, tentu perlu mendapatkan penanganan yang tepat. Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter Klinik Apollo Jakarta.
Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh, dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap.
Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.⇒ [WhatsApp Dokter]
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Artikel Terbaru
- Sakit Kencing Berobat ke Dokter Apa? Ini Spesialisnya Oktober 17, 2026
- Pinggang Sakit Kencing Coklat: Apa Penyebabnya? Oktober 16, 2026
- Klinik Sakit Kencing untuk Pemeriksaan dan Pengobatan Oktober 15, 2026
- Kencing Sakit Setelah Lepas Kateter: Penyebab dan Solusi Oktober 14, 2026
- Kencing Sakit Terus Menerus? Kenali Penyebabnya Oktober 13, 2026
Alamat Klinik Apollo
Jl. Pangeran Jayakarta No.115, RT.9/RW.7, Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730
Email: info@klinikapollojakarta.com
Phone: 0821-1099-9870
Whatsapp: 0821-1099-9870
Office Hours:
Senin s/d Minggu
Pukul: 09.00-19.00 WIB





