Sakit Kencing dan Susah BAB: Kenali Penyebab dan Solusinya

sakit kencing dan susah bab 1

Klinik Apollo, Jakarta – Sakit kencing dan susah buang air kecil (BAB) yang terjadi bersamaan, bisa menandakan adanya gangguan pada saluran kemih, sistem pencernaan, atau otot panggul. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri di perut bagian bawah, hingga kesulitan mengeluarkan urine dan tinja.

Penyebabnya tidak selalu berbahaya. Namun, keluhan yang menetap, semakin parah, atau disertai gejala lain perlu mendapatkan pemeriksaan medis, agar penyebabnya diketahui dan pengobatannya tepat.

Penyebab Sakit Kencing dan Susah BAB

Berikut adalah beberapa penyebab atau kondisi yang bisa memicu sakit saat buang air kecil sekaligus kesulitan BAB, antara lain:

1. Sembelit atau Konstipasi

Sembelit terjadi ketika tinja menjadi keras, kering, dan sulit dikeluarkan. Penumpukan tinja di usus, bisa menimbulkan tekanan pada kandung kemih sehingga seseorang merasa tidak nyaman saat buang air kecil atau lebih sering ingin kencing.

Kondisi ini bisa dipicu oleh kurangnya asupan serat, kurang minum, minima aktivitas fisik, atau kebiasaan menahan BAB.

2. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang di saluran kemih. Gejalanya bisa berupa nyeri atau rasa terbakar saat kencing, sering ingin kencing, serta nyeri di perut bagian bawah.

ISK tidak secara langsung menyebabkan sembelit. Namun, kedua keluhan bisa muncul bersamaan, misalnya karena faktor pemicu yang berbeda atau adanya tekanan di area panggul.

3. Peradangan pada Prostat

Pada pria, prostat yang mengalami peradangan atau prostatitis bisa menyebabkan nyeri saat kencing, kesulitan memulai aliran urine, dan rasa tidak nyaman di panggul atau area skrotum dan anus.

Nyeri di area tersebut juga bisa membuat BAB terasa tidak nyaman. Prostatitis bisa terjadi akibat infeksi bakteri atau faktor lain yang tidak selalu berkaitan dengan infeksi.

4. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Infeksi menular seksual, seperti gonore dan klamidia, bisa menyebabkan nyeri saat kencing. Keluarnya cairan tidak normal dari penis atau vagina, serta rasa tidak nyaman di area genital.

Pada sebagian orang, infeksi tertentu juga bisa memicu peradangan di area panggul, sehingga muncul nyeri ketika BAB. Gejala bisa berbeda-beda, bahkan terkadang tidak terlihat jelas.

5. Gangguan Obat Dasar Panggul

Otot dasar panggul membantu mengatur fungsi kandung kemih dan usus. Jika otot tersebut terlalu tegang atau tidak bekerja secara terkoordinasi, seseorang bisa mengalami kesulitan mengeluarkan urine maupun tinja.

Keluhannya bisa berupa kencing terasa tidak tuntas, mengejan saat BAB, nyeri panggul, atau sensasi seperti ada tekanan di area anus.

Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Kencing dan Susah BAB?

Cara mengatasi kedua keluhan ini perlu sesuai dengan penyebabnya. Berikut langkah yang bisa membantu meredakan keluhan ringan:

1. Memperbanyak Minum Air Putih – Cukupi kebutuhan cairan setiap hari untuk membantu menjaga konsistensi tinja dan mendukung fungsi saluran kemih. Namun, kebutuhan cairan bisa berbeda pada setiap orang, terutama jika memiliki pembatasan cairan dari dokter.

2. Mengonsumsi Makanan Berserat – Tambahan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian ke dalam menu harian. Tingkatkan asupan serat bertahap agar tidak memicu kembung berlebihan.

3. Tidak Menahan Kencing dan BAB – Segera ke toilet ketika muncul dorongan untuk kencing atau BAB. Biasakan jadwal BAB yang teratur dan hindari mengejan terlalu keras, karena bisa meningkatkan rasa tidak nyaman di area anus dan panggul.

4. Melakukan Pemeriksaan Medis – Jika sakit kencing terjadi akibat infeksi, dokter bisa menyarankan pemeriksaan urine dan memberikan pengobatan sesuai hasil evaluasi. Apabila penyebabnya berkaitan dengan infeksi menular seksual, pemeriksaan khusus mungkin perlu.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter, terutama jika sakit kencing dan susah BAB muncul dengan beberapa keluhan berikut:

  • Nyeri perut bagian bawah yang berat atau semakin parah
  • Demam, menggigil, atau nyeri pinggang
  • Urine berdarah atau keluar cairan tidak normal dari penis maupun vagina
  • Perut membengkak, muntah, atau tidak bisa buang angin maupun BAB
  • Tidak bisa kencing sama sekali, terutama jika terasa penuh dan nyeri pada perut bawah

Ketidakmampuan mengeluarkan urine secara tiba-tiba merupakan kondisi darurat, yang membutuhkan penanganan segera.

Pentingnya Pemeriksaan Secara Medis

Berdasarkan pengalaman tim medis Klinik Apollo Jakarta, keluhan pada saluran kemih dan area panggul perlu evaluasi dokter berdasarkan gejala serta riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan membantu membedakan kemungkinan infeksi, gangguan pencernaan, dan kondisi lain yang membutuhkan penanganan berbeda.

Jika sakit kencing dan susah BAB terjadi bersamaan, jangan hanya mengandalkan pengobatan mandiri, terutama apabila keluhan berulang atau tidak kunjung membaik. Konsultasikan kondisi Anda dengan tenaga medis, untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai.

sakit kencing dan susah bab 2
Ilustrasi seorang wanita yang mengalami sakit kencing dan susah BAB

FAQ Seputar Sakit Kencing dan Susah BAB

1. Apakah Sembelit Bisa Menyebabkan Sakit saat Kencing?

Ya. Penumpukan tinja bisa menekan kandung kemih atau mengganggu pengosongan urina pada sebagian orang. Namun, sakit kencing juga bisa terjadi akibat infeksi atau gangguan saluran kemih lainnya.

2. Apakah Infeksi Saluran Kemih Bisa Menyebabkan Susah BAB?

ISK umumnya menyebabkan keluhan pada saluran kemih, bukan sembelit secara langsung. Kedua kondisi bisa terjadi bersamaan, sehingga dokter perlu mengevaluasi penyebab masing-masing keluhan.

3. Apakah Sakit Kencing dan Susah BAB Bisa Sembuh Sendiri?

Keluhan ringan akibat sembelit terkadang membaik setelah perubahan pola makan dan kebiasaan BAB. Namun, jika sakit kencing terjadi akibat infeksi, pasien mungkin memerlukan pengobatan medis. Jangan menunda pemeriksaan jika gejala menetap atau memburuk.

4. Apakah Sakit Kencing dan Susah BAB Merupakan Tanda Infeksi Menular Seksual?

Tidak selalu. Namun, infeksi menular seksual tertentu bisa menyebabkan nyeri saat kencing dan nyeri ketika BAB, terutama jika terdapat infeksi pada area rektum atau peradangan panggul. Pemeriksaan perlu untuk memastikan penyebabnya.

5. Dokter Apa yang Harus Dikunjungi untuk Mengatasi Keluhan Ini?

Dokter umum bisa menjadi langkah awal untuk mengevaluasi keluhan. Selain itu, dokter urologi bisa menangani masalah saluran kemih, sedangkan dokter penyakit dalam atau spesialis terkait bisa membantu mengevaluasi sembelit yang menatap sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Efek Sakit Kencing Nanah Jika Tidak Diobati: Apa Risikonya?

Cek Penyebab Sakit Kencing dan Susah BAB di Klinik Apollo Jakarta

Mengenali penyebab sakit kencing dan susah BAB, bisa membantu Anda untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.

Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda, dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap.

Selain itu, kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]

Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.⇒ [WhatsApp Dokter]

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

| | |

Reservasi Online

Anda dapat melakukan Reservasi secara online, tim Klinik Sentosa akan menghubungi Anda dalam waktu maks 1x24 jam ke depan.
Chat Dokter
Klinik kulit dan kelamin terpercaya di Jakarta