Benarkah Gejala Sifilis Tersier Berbahaya? Intip Penjelasan Ahlinya Disini

sifilis tersier 1

Klinik Utama Sentosa, Jakarta – Sifilis atau raja singa merupakan salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang di sebabkan oleh infeksi bakteri.

Seperti yang telah di ketahui, sifilis memliki empat tahap perkembangan, yaitu primer, sekunder, laten, dan tersier, di mana pada setiap tahapnya memiliki gejala yang berbeda.

Namun, benarkah gejala sifilis tersier lebih berbahaya di bandingkan dengan tahap perkembangan infeksi lainnya?

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkapnya, simak penjelasan ahlinya di bawah ini yuk!

Apa Itu Sifilis (Raja Singa)?

Sifilis merupakan salah satu penyakit menular seksual, yang di sebabkan oleh infeksi bakteri bernama Treponema pallidum.

Bakteri ini dapat menular melalui kontak langsung dengan luka maupun saat berhubungan seksual, termasuk aktivitas seksual anal, oral, maupun vaginal.

Seseorang akan rentan dan berisiko terinfeksi bakteri ini, jika termasuk ke dalam kelompok berikut:

1. Melakukan aktivitas seksual tanpa menggunakan kondom dengan banyak pasangan

2. Berhubungan seksual dengan sesama jenis

3. Menderita penyakit menular seksual lainnya

4. Menderita HIV/AIDS

Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan tindakan pencegah dengan menghindari faktor-faktor risiko di atas, agar Anda terhindar dari penyakit menular seksual tersebut.

Tahap Perkembangan Infeksi Sifilis

Penyakit sifilis memiliki empat tahap perkembangan infeksi, yang pada masing-masing tahapnya memiliki gejala yang berbeda.

Berikut ini beberapa tahap perkembangan infeksi sifilis, yaitu:

1. Tahap Pertama – Sifilis Primer

Sifilis primer merupakan tahap awal perkembangan infeksi pada tubuh, tahap ini di tandai dengan munculnya luka pada area genital yang tidak terasa sakit.

2. Tahap Kedua – Sifilis Sekunder

Pada tahap ini, gejala akan muncul beberapa minggu setelah luka pada tahap pertama menghilang. Gejala yang muncul pada tahap ini dapat berupa:

  • Ruam pada tubuh, terutama pada telapak tangan dan kaki
  • Demam dan kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Sakit kepala
  • Rambut rontok
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

3. Tahap Ketiga – Sifilis Laten

Pada tahap ini, penderitanya tidak akan merasakan gejala apapun, tetapi bakteri akan terus aktif di dalam tubuh dan terus menginfeksi organ tubuh lainnya.

4. Tahap Keempat – Sifilis Tersier

Tahap keempat atau sifilis tersier merupakan tahap perkembangan infeksi yang paling berbahaya, karena bakteri telah menginfeksi berbagai organ-organ internal dalam tubuh.

Oleh karena itu, gejala yang muncul juga akan lebih parah dan berbahaya di bandingkan dengan gejala-gejala pada tahap sebelumnya.

Penting untuk selalu melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual secara rutin di layanan kesehatan terpercaya, seperti Klinik Utama Sentosa.

Komplikasi Pada Tahap Sifilis Tersier

Jika sifilis tersier tidak di obati dan di tangani dengan benar, maka infeksi dapat menyebar dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang lebih serius dan berbahaya.

Berikut ini beberapa komplikasi yang dapat terjadi bila sifilis tidak di obati, yaitu:

1. Neurosifilis: Gangguan pada sistem saraf pusat, yang mengakibatkan gangguan mental, hilangnya indra perasa, dan gangguan bicara.

2. Aortitis Sifilis: Aortitis sifilis dapat menyebabkan pelebaran aorta, aneurisma, atau bahkan pecahnya pembuluh darah, yang dapat mengakibatkan masalah kardiovaskular yang serius.

3. Gumma: Gumma adalah benjolan atau ulkus yang dapat terbentuk pada kulit, tulang, atau organ dalam lainnya, lesi ini dapat merusak jaringan di sekitarnya.

4. Gangguan Penglihatan dan Pendengaran: Sifilis tersier dapat menyebabkan kerusakan pada saraf optik dan kerusakan pada telinga dalam.

Baca Juga: Jangan Tunda Lagi! Ayo, Jalani Pemeriksaan Sifilis dengan Cermat

sifilis tersier 2

Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Seksual Secara Rutin

Perlu di ketahui bahwa penyakit menular seksual termasuk sifilis, dapat di cegah dengan beberapa langkah, salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan seksual secara rutin.

Pemeriksaan kesehatan seksual secara rutin memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan seksual setiap individu.

Berikut ini beberapa alasan mengapa pemeriksaan kesehatan seksual secara rutin sangatlah penting, terutama bagi individu yang berisiko:

1. Deteksi Dini dan Pengobatan Cepat

2. Langkah Pencegahan yang Tepat

3. Edukasi Kesehatan Seksual

4. Manajemen Kesehatan Reproduksi

Selain itu, pemeriksaan kesehatan seksual secara rutin juga dapat mencegah terjadinya masalah atau komplikasi akibat sifilis tersier yang tidak di obati.

Ayo, jangan malu untuk melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual, karena pemeriksaan dan pengobatan medis di perlukan untuk hasil yang maksimal.

Anda bisa melakukan pemeriksaan di klinik spesialis penyakit kulit dan kelamin, yang berstandar internasional seperti Klinik Utama Sentosa.

Pemeriksaan dengan fasilitas medis yang lengkap dan modern, dokter yang berpengalaman, serta biaya pemeriksaan dan pengobatan yang terjangkau, dapat Anda dapatkan disini.

Oleh karena itu, tak perlu sungkan dan malu untuk berkonsultasi dengan dokter kami, karena privasi, kenyamanan, serta kesehatan setiap pasien adalah prioritas kami.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]

Tunggu apalagi, ayo segera konsultasikan dengan dokter melalui Live Chat atau Whatsapp, yang tersedia selama 24 jam, gratis!⇒ [WhatsApp Dokter]

Pastikan kesehatan kamu selalu terjaga ya, dan lakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara rutin, agar terhindar dari masalah kesehatan yang lebih berbahaya!

| |

Reservasi Online

Anda dapat melakukan Reservasi secara online, tim Klinik Sentosa akan menghubungi Anda dalam waktu maks 1x24 jam ke depan.
Chat Dokter
Klinik kulit dan kelamin terpercaya di Jakarta