Ketahui Gejala Anyang-Anyangan Setelah Berhubungan Intim

Gejala Anyang-Anyangan Setelah Berhubungan Intim

Penyakit bisa datang kapan saja, salah satunya adalah gejala anyang-anyangan yang terjadi di saat tak terduga seperti setelah berhubungan intim.

Gejala anyang-anyangan atau disuria memiliki sensasi rasa sakit atau terbakar saat kencing. Ini termasuk keluhan umum di kalangan wanita, terutama pada wanita muda yang aktif secara seksual.

Di samping itu, anyang-anyangan juga dapat terjadi pada pria meskipun untuk mendiagnosa penyebabnya cukup sulit. Penyebab anyang-anyangan dapat terdeteksi melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik penderitanya secara rinci.

“Apa Itu Anamnesis? Seperti dikutip dari Med. Unhas: Anamnesis adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan antara dokter sebagai pemeriksa dan pasien yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang penyakit yang diderita dan informasi lainnya yang berkaitan sehingga dapat mengarahkan diagnosis penyakit pasien.” – FK-Unhas, 2007 – Manual Anamnesis Urogenitali

Gejala Anyang-Anyangan (Disuria)

Beberapa kasus tidak memerlukan tes, sementara untuk kasus lainnya memerlukan tes urine secara rutin, kultur urine dan tes sensitivitas.

Kultur apusan vagina atau serviks dapat mendiagnosis penyakit menular seksual (PMS) pada wanita, sedangkan pemeriksaan sekret prostat dapat mendeteksi infeksi pada pria. Sementara tes seperti USG juga dapat membantu untuk adanya dugaan penyakit lain, misalnya saluran kandung kemih.

Anyang-anyangan setelah berhubungan intim sering terjadi di uretra atau area sekitarnya dan intensitasnya dapat bervariasi tergantung pada konsentrasi urine serta beberapa faktor lainnya.

Baca Juga: Bahaya Penyakit Kutil Kelamin

Pengobatan

Pengobatan disuria atau anyang-anyangan tergantung pada penyebab yang mendasarinya, misalnya dengan antibiotik yang bercampur dengan beberapa asupan air untuk mengobati infeksi. Sederhananya, sebagian infeksi jamur genital dapat terobati dengan antijamur lokal.

Untuk kondisi seperti sindrom uretra dan sindrom kandung kemih interstisial memerlukan berbagai pengobatan meski penyebabnya belum dapat terkonfimasi dengan baik.

Dalam dunia kedokteran atau istilah medis, disuria atau penyakit anyang-anyangan ini merupakan penyakit yang menggambarkan rasa nyeri pada seseorang saat buang air kecil. Bahkan gejala yang terjadi dapat menyebabkan rasa sensasi terbakar dan sering sekali mengaitkannya dengan infeksi saluran kemih (ISK).

Faktor Resiko Gejala Anyang-Anyangan

Baik pria maupun wanita dapat mengalami anyang-anyangan setelah berhubungan intim, tetapi jauh lebih sering terjadi pada wanita.

Saat berhubungan intim gejala ini sering menyerang wanita dari pada pria dan akan merasakan nyeri saat kencing serta adanya ISK (Infeksi Saluran Kemih). Selain itu, perbedaan anatomi pada alat kelamin serta sistem saluran kemih juga menjadi penyebab lainnya.

Bukan hanya pada wanita muda, gejala anyang-anyangan juga dapat beresiko lebih tinggi bagi wanita yang sedang hamil. Bahkan, bagi pria maupun wanita yang memiliki riwayat penyakit kencing manis maka gejala yang terjadi akan lebih tinggi sehingga resiko semakin meningkat di sekitar kandung kemih.

Bagaimana Cara Mendiagnosa

Dalam dunia kedokteran, anyang-anyangan tidak mudah terdiagnosa secara teknis dan perlu adanya tes laboratorium untuk mengidentifikasi secara detail mengenai penyebab terjadinya gejala penyakit tersebut.

Oleh sebab itu, jika Anda mengalami hal seperti yang tersebut di atas maka sebaiknya segera konsultasi terlebih dahulu ke dokter spesialis kelamin atau datang langsung ke klinik kelamin terdekat untuk mengecek gejala yang terjadi.

Pada saat konsultasi maka dokter akan menanyakan mengenai riwayat kesehatan dan gejala apa pun yang terjadi saat itu. Kemungkinan juga perlu menanyakan mengenai riwayat kondisi medis dan gangguan imunodefisiensi.

Harus Tahu! Imunodefisiensi adalah keadaan di mana komponen sistem imun tidak dapat berfungsi secara normal. Akibatnya, penderita imundefisiensi lebih rentan terhadap infeksi virus, jamur atau bakteri, kanker, dan juga infeksi berulang (reaktivasi infeksi laten)” – Id.Wikipedia

Penyebab gejala anyang-anyangan terjadi setelah berhubungan intim, baik bagi pria maupun wanita.
Ilustrasi Gejala Anyang-Anyangan Saat Berhubungan Intim – Credit Image: sentosaklinik.com

Pada tahap skrining perlu adanya tes untuk gejala IMS (Infeksi Menular Seksual) dengan tujuan menghindari gejala serta penyebab anyang-anyangan. Hal ini biasanya berlaku untuk pengobatan tes urine sehingga dapat mengetahui bakteri yang menyebabkan ISK.

Beberapa kasus bahkan perlu adanya tes kehamilan agar detail identifikasi bisa lebih terjaga dan biasanya berlaku bagi wanita.

Prosedur pengobatan melalui tes di atas merupakan dasar untuk mengetahui gejala awal dari anyang-anyangan. Jika terdapat kondisi yang cukup serius bagi pasien maka perlu adanya tindakan medis lebih lanjut agar dapat mencegah hal-hal yang kronis sehingga tidak menyerang ke bagian sekitar kelamin lainnya.

Cara Mengobati Gejala Anyang-Anyangan

Dalam kebanyakan kasus, pengobatan antibiotik sederhana mampu membersihkan infeksi, mengurangi peradangan dan meredakan anyang-anyangan.

Penyebab anyang-anyangan karena beberapa jenis iritasi atau sensitivitas maka dokter akan menyarankan untuk menghindari sumber potensial untuk memantau gejala. Jika memiliki kondisi mendasar yang lebih parah, dokter biasanya akan merekomendasikan pengobatan seperti dalam kasus kondisi kandung kemih atau kondisi prostat.

Pengobatan untuk mengurangi ketidaknyamanan, selalu pastikan mengkonsumsi banyak air dan mengenakan pakaian yang longgar.

Pencegahan Anyang-Anyangan

Jika rasa sakitnya terlalu parah, konsultasikan dengan dokter mengenai obat-obatan untuk membantu mengatasi anyang-anyangan. Terlepas dari kondisi urologis, mendapatkan pengobatan yang tepat secara tepat waktu dapat membantu membuat hidup lebih mudah.

Baca Juga: Ciri-Ciri dan Penyebab Penyakit Sifilis

Karena penyebab paling umum anyang-anyangan adalah ISK (Infeksi Saluran Kemih), tindakan pencegahan yang sama berlaku pun berlaku bagi wanita maupun pria. Jika seorang wanita, pastikan menyeka dari area depan ke area belakang dan mencoba untuk kencing sebelum dan sesudah berhubungan seksual agar area uretra bersih dari sisa bakteri.

Jika memakai pembalut, segera ganti dengan yang baru dan selalu terapkan kebersihan yang baik. Penting juga untuk minum banyak air dan tetap terhidrasi. Semakin sering kencing, semakin baik saluran kencing untuk menyingkirkan bakteri yang ada di sekitar uretra.

Jika mengalami anyang-anyangan kronis atau ISK, konsultasikan dengan dokter agar dapat melakukan tindakan medis lainnya. Jika rentan terhadap batu ginjal, lakukan beberapa perubahan gaya hidup untuk membantu mencegah perkembangannya.

Konsultasi Online di Klinik Kulit dan Kelamin

Gejala anyang-anyangan yang kerap terjadi masih perlu adanya edukasi untuk masyarakat luas dan masih beranggapan seperti penyakit biasa, namun jika penyakit ini semakin beresiko maka sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis kelamin.

Salah satu rekomendasi tempat klinik yang bisa Anda jadikan rujukan adalah Klinik Sentosa, salah satu klinik kulit kelamin terbaik di Jakarta yang memiliki dokter ahli dan staff medis profesional di bidang penyakit kulit kelamin.

Anda bisa melakukan konsultasi online secara gratis untuk mengetahui detailnya melalui layanan live chat maupun whatsapp Klinik Sentosa dengan tim konsultan medis. Dan jika mempunyai pertanyaan lainnya seputar penyakit kelamin, Anda bisa menggunakan layanan konsultasi medis online secara gratis.

Referensi:

  • Google.co.id / Search Query “Penyakit Kelamin: Gejala Anyang-Anyangan Pada Pria dan Wanita”
  • FK-Unhas, 2007 – https://med.unhas.ac.id/kedokteran/wp-content/uploads/2017/01/MANUAL-ANAMNESIS-UROGENITALI-1.pdf
  • Wikipedia Indonesia – https://id.wikipedia.org/wiki/Imunodefisiensi
| |
Klinik Sentosa - Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin di Jakarta. Didukung oleh tenaga medis serta dokter profesional dan berpengalaman. Anda juga dapat berkonsultasi online secara gratis. Klik disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klinik kulit dan kelamin terpercaya di Jakarta