Keluar Darah Saat Kencing Tapi Bukan Haid, Bahayakah?
Klinik Apollo, Jakarta – Keluar darah saat kencing tapi bukan haid tentu bisa membuat khawatir, terutama jika urine terlihat merah muda, merah, atau kecokelatan. Kondisi ini dikenal sebagai hematuria, yaitu adanya darah dalam urine.
Penyebabnya cukup beragam, mulai dari infeksi saluran kemih (ISK), batuginjal, iritasi saluran kemih, hingga kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Oleh karena itu, darah dalam urine sebaiknya tidak dianggap normal meskipun hanya terjadi sekali atau tanpa rasa sakit.
Daftar Isi
ToggleApakah Darah saat Kencing Pasti Berasal dari Urine?
Belum tentu. Pada perempuan, darah yang terlihat ketika buang air kecil bisa berasal dari saluran kemih, vagina, atau area genital lainnya.
Jika sedang tidak menstruasi, perdarahan dari vagina atau leher rahim juga bisa terlihat seolah-olah bercampur dengan urine. Oleh karena itu, dokter perlu memastikan sumber perdarahan sebelum menentukan penyebabnya.
American Urological Association (AUA), juga menekankan pentingnya membedakan penyebab saluran kemih dengan penyebab ginekologis ketika mengevaluasi darah dalam urine.
Penyebab Keluar Darah saat Kencing Tapi Bkan Haid
Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan darah terlihat saat buang air kecil, antara lain:
1. Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih merupakan salah satu penyebab yang cukup umum. Selain urine berdarah, kondisi ini biasanya muncul bersamaan dengan:
- Rasa perih atau panas saat kencing
- Sering ingin buang air kecil
- Urine keruh atau berbau lebih kuat
- Nyeri di perut bagian bawah
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), infeksi kandung kemih bisa menyebabkan urine berdarah. Jika tidak tertangani, infeksi bisa menyebar ke ginjal.
2. Batu Ginjal
Batu yang terbentuk di ginjal atau saluran kemih, bisa mengiritasi jaringan sehingga menyebabkan perdarahan. Gejalanya bisa berupa:
- Nyeri tajam di pinggang atau punggung
- Urine yang menjalar ke perut bagian bawah atau selangkangan
- Urine berwarna merah muda, merah, atau cokelat
- Mual dan muntah
- Nyeri ketika buang air kecil
Batu ginjal juga bisa menyebabkan penyumbatan saluran urine, sehingga membutuhkan penanganan medis.
3. Infeksi Ginjal
Jika infeksi saluran kemih menyebar ke ginjal, urine bisa terlihat berdarah. Kondisi ini biasanya disertai gejala yang lebih berat seperti demam, menggigil, mual, muntah, serta nyeri di punggung atau pinggang.
Infeksi ini perlu segera mendapatkan penanganan, karena pada kasus tertentu bisa berkembang menjadi infeksi berat atau sepsis.
4. Iritasi atau Cedera Saluran Kemih
Aktivitas tertentu, cedera, prosedur medis pada saluran kemih, atau aktivitas fisik yang sangat berat bisa menyebabkan munculnya darah dalam urine.
NIDDK mencatat bahwa trauma, aktivitas fisik berat, dan aktivitas seksual termasuk beberapa faktor yang dapat berkaitan dengan hematuria.
5. Gangguan pada Ginjal
Beberapa penyakit ginjal dapat menyebabkan sel darah merah masuk ke dalam urine. Kondisi ini terkadang tidak menimbulkan gejala lain, sehingga baru diketahui melalui pemeriksaan urine.
Jika darah dalam urine berulang atau tidak diketahui penyebabnya, pemeriksaan medis perlu untuk mencari sumber masalahnya.
6. Efek Obat Tertentu
Beberapa obat, termasuk obat yang memengaruhi pembekuan darah, bisa meningkatkan risiko perdarahan atau membuat darah lebih mudah terlihat dalam urine.
Namun, jangan menghentikan obat yang diresepkan dokter secara sepihak. Konsultasikan terlebih dahulu jika setelah mengonsumsi obat tertentu muncul darah dalam urine.
7. Penyakit pada Saluran Kemih yang Lebih Serius
Meskipun tidak selalu berarti kanker, darah dalam urine juga bisa menjadi salah satu tanda kanker pada saluran kemih, termasuk kandung kemih atau ginjal.
Risiko perlu dinilai berdasarkan usia, riwayat kesehatan, faktor risiko, serta hasil pemeriksaan. Oleh karena itu, darah yang terlihat dalam urine tetap perlu diperiksa meskipun tidak terasa sakit.
Darah saat Kencing Tanpa Rasa Sakit, Apakah Berbahaya?
Darah saat kencing tanpa rasa sakit tetap perlu diperhatikan. Hematuria yang terlihat secara langsung, bahkan bisa terjadi tanpa gejala lain.
National Health Service (NHS) menyarankan agar darah yang terlihat dalam urine diperiksakan, termasuk ketika baru pertama kali terjadi, jumlahnya sedikit, atau tidak disertai gejala lain. Jadi, tidak adanya rasa sakit, bukan berarti kondisi tersebut pasti aman.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Penting untuk segera melakukan pemeriksaan, terutama jika darah dalam urine bisa muncul bersamaan dengan:
- Terjadi berulang kali
- Muncul dalam jumlah banyak
- Gumpalan darah
- Nyeri hebat di pinggang atau perut
- Demam dan menggigil
- Mual atau muntah
- Menyebabkan sulit atau tidak bisa buang air kecil
- Terjadi tanpa penyebab yang jelas
Demam, menggigil, nyeri pinggang, dan urine berdarah dapat menjadi tanda infeksi ginjal yang membutuhkan penanganan segera.
Bagaimana Dokter Mengetahui Penyebabnya?
Untuk mengetahui penyebab keluar darah saat kencing, dokter biasanya akan menanyakan riwayat gejala dan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan bisa berupa:
1. Tes Urine – Urinalisis bisa membantu mengetahui apakah benar terdapat darah dalam urine serta melihat adanya sel darah putih, bakteri, atau tanda lain yang mengarah pada infeksi.
2. Tes Darah – Pemeriksaan darah bisa dilakukan untuk mengevaluasi fungsi ginjal atau mencari tanda infeksi maupun kondisi tertentu yang berkaitan dengan perdarahan.
3. USG atau Pemeriksaan Pencitraan – Jika dicurigai batu ginjal, sumbatan, atau gangguan lain, dokter bisa merekomendasikan pemeriksaan pencitraan seperti USG atau CT scan.
4. Pemeriksaan Lanjutan – Pada kondisi tertentu, dokter bisa merekomendasikan sistoskopi, yaitu pemeriksaan menggunakan alat berkamera untuk melihat bagian dalam uretra dan kandung kemih. Pemeriksaan ini bisa digunakan untuk mencari penyebab darah dalam urine.
Bagaimana Cara Mengatasi Darah saat Kencing?
Pengobatan bergantung pada penyebabnya. Misalnya, infeksi bakteri pada saluran kemih bisa memerlukan antibiotik, sedangkan batu ginjal mungkin membutuhkan terapi untuk membantu mengeluarkan atau menangani batu.
Karena penyebabnya berbeda-beda, sebaiknya jangan mengonsumsi secara sembarangan hanya untuk menghentikan darah. Pemeriksaan diperlukan agar terapi sesuai dengan penyebabnya.
Kesimpulan
Keluar darah saat kencing tapi bukan haid, bukan kondisi yang sebaiknya Anda abaikan. Penyebabnya bisa berupa infeksi saluran kemih, batu ginjal, infeksi ginjal, iritasi, gangguan ginjal, hingga masalah pada saluran kemih yang lebih serius.
Jika urine terlihat merah, merah muda, atau kecokelatan dan Anda tidak sedang menstruasi, sebaiknya lakukan pemeriksaan di Klinik Apollo Jakarta untuk memastikan sumber darah dan penyebabnya.

FAQ Seputar Keluar Darah saat Kencing Tapi Bukan Haid
1. Apakah Keluar Darah saat Kencing Tapi Bukan Haid Berbahaya?
Bisa saja disebabkan kondisi yang yang relatif ringan seperti infeksi saluran kemih, tetapi bisa pula berkaitan dengan batu ginjal, penyakit ginjal, atau gangguan saluran kemih lainnya. Oleh karena itu, darah dalam urine sebaiknya diperiksa.
2. Kenapa Kencing Berdarah Tapi Tidak Sakit?
Hematuria tidak selalu menyebabkan rasa sakit. Beberapa kondisi bisa menimbulkan darah dalam urine tanpa gejala lain. Pemeriksaan urine perlu untuk mengetahui penyebab pastinya.
3. Apakah ISK Bisa Menyebabkan Kencing Berdarah?
Jawabannya, ya. Infeksi kandung kemih bisa menyebabkan urine menjadi kemerahan, biasanya kondisi ini muncul bersamaan dengan rasa perih saat kencing, sering buang air kecil, atau nyeri di perut bagian bawah.
4. Apakah Batu Ginjal Bisa Menyebabkan Darah saat Kencing?
Ya. Batu ginjal dapat mengiritasi saluran kemih dan menyebabkan hematuria. Biasanya, bisa disertai nyeri tajam pada pinggang, punggung, perut bagian bawah, atau selangkangan.
5. Apakah Darah dari Vagina Bisa Terlihat Seperti Darah dalam Urine?
Bisa. Perdarahan dari vagina bisa bercampur dengan sampel urine dan membuat seolah-olah darah berasal dari saluran kemih. Oleh karena itu, pemeriksaan perlu dilakukan untuk memastikan sumber perdarahan.
Baca Juga: Kenapa Keluar Nanah dari Saluran Kencing? Waspada IMS
Cek Penyebab Keluar Darah saat Kencing Tapi Bukan Haid di Klinik Apollo Jakarta
Mengenali penyebab keluar darah saat kencing, tapi bukan haid, bisa membantu wanita untuk mengambil langkah penanganan yang tepat.
Jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan informasi yang tepat.
Dokter terbaik kami, bisa memberikan informasi serta penanganan yang sesuai dengan fasilitas dan juga peralatan medis yang lengkap.
Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.⇒ [WhatsApp Dokter]
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Artikel Terbaru
- Keluar Darah Saat Kencing Tapi Bukan Haid, Bahayakah? September 8, 2026
- Gatal Bernanah di Kemaluan Laki-Laki? Kenali Penyebabnya September 7, 2026
- Sering Kencing Tapi Tidak Sakit? Ketahui 7 Penyebabnya September 5, 2026
- Pipis Terasa Panas Setelah Berhubungan? Ini Penyebabnya September 4, 2026
- Kencing Berwarna Merah Tapi Tidak Sakit, Apa Penyebabnya? September 3, 2026
Alamat Klinik Apollo
Jl. Pangeran Jayakarta No.115, RT.9/RW.7, Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730
Email: info@klinikapollojakarta.com
Phone: 0821-1099-9870
Whatsapp: 0821-1099-9870
Office Hours:
Senin s/d Minggu
Pukul: 09.00-19.00 WIB





