Keluar Nanah dari Kemaluan Pria tapi Tidak Sakit, Ini Penyebabnya
Klinik Apollo, Jakarta – Pernah mengalami keluar nanah dari kemaluan pria tapi tidak sakit? Banyak pria menganggap kondisi ini tidak berbahaya karena tidak disertai rasa nyeri. Padahal, keluarnya cairan bernanah dari penis meski tanpa rasa sakit bisa menjadi tanda awal infeksi saluran kemih (ISK) maupun infeksi menular seksual (IMS) yang memerlukan pemeriksaan medis.
Dalam praktik klinis, tidak sedikit pasien datang setelah mengalami cairan kuning atau putih dari penis selama beberapa hari tanpa keluhan nyeri. Sayangnya, karena gejalanya ringan, banyak penderita baru memeriksakan diri ketika infeksi sudah menimbulkan komplikasi atau menular kepada pasangan.
Artikel ini membahas penyebab, gejala yang perlu diwaspadai, cara diagnosis, pengobatan, serta kapan Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Daftar Isi
ToggleApa Arti Keluar Nanah dari Kemaluan Pria Tetapi Tidak Sakit?
Nanah merupakan cairan yang terdiri dari sel darah putih, bakteri, jaringan mati, dan cairan tubuh. Jika nanah keluar melalui lubang uretra (saluran kencing), kondisi ini biasanya menunjukkan adanya peradangan atau infeksi pada saluran kemih maupun organ reproduksi pria.
Walaupun tidak terasa sakit, infeksi tetap bisa berkembang dan menyebabkan kerusakan jaringan apabila tidak segera tertangani.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), keluarnya cairan dari penis merupakan salah satu gejala utama uretritis, yaitu peradangan pada uretra yang sering dipicu oleh infeksi bakteri.
Penyebab Keluar Nanah dari Kemaluan Pria tapi Tidak Sakit
Berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemukan berdasarkan pengalaman klinis dan literatur medis.
1. Gonore (Kencing Nanah)
Gonore merupakan penyebab paling umum keluarnya nanah dari penis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae, yang ditularkan melalui hubungan seksual tanpa pengaman.
Pada sebagian pria, gonore memang menimbulkan nyeri saat buang air kecil. Namun, pada fase awal atau kasus tertentu, penderita hanya mengalami:
- Keluar cairan kuning kehijauan
- Cairan putih kental
- Nanah dari penis
- Tidak disertai rasa sakit
Tanpa pengobatan, infeksi gonore bisa menyebabkan epididimitis hingga meningkatkan risiko infertilitas.
2. Uretritis Non-Gonore (NGU)
Tidak semua uretritis disebabkan oleh gonore. Beberapa bakteri lain juga bisa menyebabkan keluarnya cairan dari penis, seperti:
- Chlamydia trachomatis
- Mycoplasma genitalium
- Ureaplasma urealyticum
Pada kondisi ini, gejala sering kali lebih ringan sehingga penderita tidak menyadari adanya infeksi.
3. Klamidia
Klamidia merupakan salah satu IMS yang sering tidak bergejala. Sekitar 50% pria dengan klamidia, bisa mengalami gejala minimal atau bahkan tanpa gejala sama sekali, menurut World Health Organization (WHO). Jika muncul, keluhan meliputi:
- Cairan bening atau putih
- Nanah ringan
- Rasa tidak nyaman di uretra
- Gatal pada ujung penis
4. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Walaupun lebih sering terjadi pada wanita, ISK juga bisa menyerang pria. Infeksi ini bisa menyebabkan:
- Cairan bernanah
- Urine keruh
- Sering buang air kecil
- Rasa tidak nyaman pada kandung kemih
Baca Juga: Penyebab Infeksi Saluran Kemih dan Faktor Risikonya
Bagaimana Dokter Menentukan Penyebabnya?
Dokter akan melakukan beberapa tahapan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya, antara lain:
1. Wawancara Medis
Dalam wawancara medis, dokter akan menanyakan beberapa hal berikut ini:
- Kapan cairan mulai keluar dari penis
- Warna, jumlah, dan konsistensi cairan
- Keluhan lain yang menyertai, seperti nyeri saat buang air kecil atau demam
- Riwayat hubungan seksual, termasuk penggunaan kondom
- Riwayat infeksi menular seksual (IMS) sebelumnya
2. Pemeriksaan Fisik
Selanjutnya, dokter akan memeriksa kondisi organ reproduksi untuk mencari tanda-tanda infeksi, meliputi:
- Penis dan lubang uretra
- Testis dan skrotum
- Kelenjar getah bening di area selangkangan
3. Pemeriksaan Laboratorium
Apabila diperlukan, dokter akan menyarankan pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebab infeksi, seperti:
- Pemeriksaan urine
- Kultur bakteri
- Swab uretra
- Tes PCR untuk mendeteksi gonore dan klamidia
- Pemeriksaan IMS lainnya sesuai indikasi
Diagnosis yang akurat sangat penting agar dokter bisa menentukan terapi yang paling tepat, mencegah komplikasi, serta mengurangi risiko penularan kepada pasangan.
Cara Mengatasi Keluar Nanah dari Kemaluan Pria
Pengobatan bergantung pada penyebabnya. Apabila penyebabnya adalah infeksi bakteri, dokter biasanya memberikan antibiotik sesuai hasil pemeriksaan dan pedoman medis. Selama menjalani terapi, pasien sebaiknya:
- Menghabiskan antibiotik sesuai resep
- Menghindari hubungan seksual sementara
- Memberi tahu pasangan agar ikut diperiksa bila diperlukan
- Menjaga kebersihan area genital
- Tidak membeli antibiotik tanpa resep dokter karena bisa meningkatkan resistensi bakteri
CDC juga menganjurkan agar pasangan seksual dalam 60 hari terakhir ikut menjalani pemeriksaan apabila pasien terdiagnosis mengalami gonore atau klamidia.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Penting untuk segera berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan medis, apabila mengalami beberapa gejala berikut:
- Keluar nanah dari penis
- Cairan kuning atau hijau
- Gejala berlangsung lebih dari 24 jam
- Sering buang air kecil
- Demam
- Nyeri testis
- Darah pada urine
Semakin cepat infeksi terdeteksi, maka semakin besar peluang sembuh tanpa menimbulkan komplikasi.
Cara Mencegah Infeksi pada Kemaluan Pria
Terdapat beberapa langkah pencegahan yang dokter sarankan untuk Anda lakukan, antara lain:
- Menggunakan kondom secara konsisten
- Membatasi jumlah pasangan seksual
- Menjaga kebersihan organ intim
- Tidak berbagi handuk atau pakaian dalam
- Melakukan skrining IMS secara berkala jika memiliki faktor risiko
- Segera memeriksakan diri jika muncul cairan tidak normal
Pencegahan yang baik, bisa menurunkan risiko penularan maupun komplikasi jangka panjang.

Kesimpulan
Keluar nanah dari kemaluan pria tapi tidak sakit tetap perlu Anda waspadai, karena bisa menjadi tanda gonore, klamidia, uretritis, infeksi saluran kemih, maupun prostatitis. Meskipun tidak menimbulkan nyeri, infeksi tersebut bisa berkembang dan menyebabkan komplikasi apabila tidak segera tertangani.
Pemeriksaan oleh dokter, diagnosis yang akurat, serta pengobatan sesuai penyebab merupakan langkah terbaik untuk mencegah penularan dan menjaga kesehatan reproduksi.
Apabila Anda mengalami keluar cairan bernanah dari penis, jangan menunda pemeriksaan. Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dengan dokter berpengalaman dalam menangani infeksi saluran kemih dan infeksi menular seksual secara profesional, privat, dan mengutamakan kerahasiaan pasien.
Baca Juga: Penis Keluar Nanah: Penyebab, Gejala dan Pengobatan
Jalani Pengobatan Penyakit Kelamin dengan Dokter Terbaik di Klinik Apollo Jakarta
Keluar nanah dari kemaluan yang tidak terasa sakit, tetap bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang memerlukan penanganan medis.
Tidak perlu khawatir! Anda bisa mengobati kondisi ini dengan bantuan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.
Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda, dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap.
Selain itu, kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.⇒ [WhatsApp Dokter]
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi medis terbaik kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Artikel Terbaru
- Keluar Nanah dari Kemaluan Pria tapi Tidak Sakit, Ini Penyebabnya Juli 21, 2026
- Bahaya Penis Keluar Nanah: Tanda Infeksi yang Perlu Diwaspadai Juli 20, 2026
- Gejala Penis Keluar Nanah: Tanda Infeksi yang Wajib Diwaspadai Juli 19, 2026
- Pentingnya Tes Gonore untuk Deteksi Dini: Simak Caranya Juli 18, 2026
- Klamidia pada Pria: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Juli 16, 2026
Alamat Klinik Apollo
Jl. Pangeran Jayakarta No.115, RT.9/RW.7, Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730
Email: info@klinikapollojakarta.com
Phone: 0821-1099-9870
Whatsapp: 0821-1099-9870
Office Hours:
Senin s/d Minggu
Pukul: 09.00-19.00 WIB





