Kenapa Kencing Sakit dan Ingin Kencing Terus? Ini Penyebabnya

kencing sakit dan ingin kencing terus 1

Klinik Apollo, Jakarta – Kenapa kencing sakit dan ingin kencing terus? Kondisi ini bisa menandakan adanya gangguan pada saluran kemih, mulai dari infeksi saluran kemih (ISK), iritasi kandung kemih, hingga batu saluran kemih.

Keluhan tersebut bisa menimbulkan rasa perih saat buang air kecil, keinginan untuk kencing berulang kali, atau sensasi kandung kemih yang belum kosong sepenuhnya.

Meskipun terkadang disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari, keluhan ini tidak boleh diabaikan, terutama jika berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain. Mengenali penyebabnya bisa membantu menentukan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Apa Penyebab Kencing Sakit dan Ingin Kencing Terus?

Berikut beberapa kondisi yang bisa menyebabkan nyeri saat buang air kecil, disertai keinginan untuk kencing terus-menerus.

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang di saluran kemih. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa perih saat kencing dan keinginan buang air kecil yang lebih sering dari biasanya. Gejala lainnya bisa berupa:

  • Rasa terbakar atau nyeri saat kencing
  • Sering ingin kencing, tetapi urine yang keluar sedikit
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut bagian bawah
  • Urine keruh, berbau lebih tajam, atau terkadang bercampur darah

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), infeksi kandung kemih bisa menimbulkan nyeri saat buang air kecil dan dorongan kencing yang meningkat. Pemeriksaan urine bisa membantu dokter menentukan penyebab keluhan tersebut.

2. Uretritis atau Peradangan Saluran Kencing

Uretritis merupakan peradangan pada uretra, yaitu saluran yang membawa urine keluar dari tubuh. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi maupun iritasi. Selain menimbulkan rasa sakit saat kencing, uretritis terkadang menyebabkan:

  • Rasa gatal atau tidak nyaman di lubang kencing
  • Keluarnya cairan tidak biasa dari penis atau vagina
  • Keinginan buang air kecil lebih sering
  • Rasa perih di sekitar saluran kencing

Uretritis juga bisa berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore dan klamidia. Jika terdapat riwayat hubungan seksual berisiko atau keluar cairan tidak biasa dari alat kelamin, pemeriksaan medis penting untuk memastikan penyebabnya.

3. Kandung Kemih Terlalu Aktif

Kandung kemih terlalu aktif, merupakan kondisi ketika otot kandung kemih berkontraksi tanpa kendali yang sesuai sehingga muncul dorongan kencing mendadak dan sulit ditahan. Penderitanya bisa mengalami:

  • Sering ingin kencing pada siang hari
  • Terbangun beberapa kali pada malam hari untuk kencing
  • Dorongan kencing yang muncul secara tiba-tiba
  • Terkadang urine keluar sebelum sempat mencapai toilet

Namun, kandung kemih terlalu aktif tidak selalu menyebabkan nyeri saat kencing. Jika kedua keluhan muncul bersamaan, dokter perlu mengevaluasi kemungkinan infeksi atau gangguan lain.

4. Batu Saluran Kemih

Batu saluran kemih terbentuk dari endapan mineral yang mengeras di ginjal atau saluran kemih. Jika batu berpindah atau mengiritasi saluran kemih, hal ini bisa menyebabkan rasa sakit dan gangguan saat buang air kecil. Gejalanya bisa berupa:

  • Nyeri di pinggang, punggung, atau perut bagian bawah
  • Rasa sakit saat kencing
  • Urine bercampur darah
  • Mual atau muntah, terutama jika nyeri cukup berat
  • Keinginan kencing berulang jika batu berada dekat kandung kemih

Menurut NIDDK, batu saluran kemih bisa menimbulkan nyeri saat buang air kecil dan darah dalam urine. Dokter bisa menyarankan pemeriksaan urine atau pencitraan sesuai gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

5. Iritasi Kandung Kemih

Konsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh, serta minuman beralkohol pada sebagian orang dapat memperburuk frekuensi atau urgensi kencing. Produk pembersih area intim tertentu, juga bisa menyebabkan iritasi pada jaringan genital. Keluhan akibat iritasi bisa berupa:

  • Rasa tidak nyaman saat kencing
  • Dorongan buang air kecil yang lebih sering
  • Rasa perih di sekitar area genital

Jika keluhan muncul setelah menggunakan produk tertentu, hentikan pemakaiannya sementara. Namun, jangan langsung menganggap iritasi sebagai penyebab utama, karena infeksi juga bisa menimbulkan gejala serupa.

Bagaimana Cara Mengatasi Kencing Sakit dan Ingin Kencing Terus?

Penanganan perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

1. Minum Air Putih Secukupnya – Penuhi kebutuhan cairan agar tubuh tetap terhidrasi, kecuali dokter membatasi asupan cairan karena kondisi tertentu.

2. Kurangi Minuman yang Mengiritasi Kandung Kemih – Batasi kopi, teh yang mengandung kafein, dan minuman lain yang memperburuk keluhan.

3. Hindari Menahan Kencing Terlalu Lama – Buang air kecil saat muncul dorongan dan jangan memaksakan diri.

4. Jaga Kebersihan Area Genital – Hindari sabun berpewangi atau produk pembersih yang menimbulkan iritasi.

5. Lakukan Pemeriksaan Medis – Dokter bisa menyarankan pemeriksaan urine atau tes lain, sesuai dengan gejala. Jika penyebabnya infeksi bakteri, dokter akan menentukan apakah antibiotik diperlukan.

Jangan mengonsumsi antibiotik tanpa resep atau menggunakan obat sisa pengobatan sebelumnya. Pemilihan obat yang tidak sesuai, bisa membuat penanganan kurang efektif dan meningkatkan risiko resistensi antibiotik.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera periksakan diri jika nyeri saat kencing dan keinginan kencing terus-menerus tidak membaik, sering kambuh, atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Cari pertolongan medis segera, jika keluhan disertai:

  • Demam atau menggigil
  • Nyeri hebat di pinggang atau punggung
  • Mual dan muntah yang menunggu asupan cairan
  • Darah yang terlihat dalam urine
  • Tidak bisa buang air kecil meskipun terasa ingin kencing

Gejala tersebut bisa menandakan infeksi yang lebih serius, batu saluran kemih, atau gangguan lain yang membutuhkan penanganan segera.

Berdasarkan pengalaman tim medis Klinik Apollo Jakarta, pemeriksaan yang tepat bisa membantu mengidentifikasi penyebab keluhan dan menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien. Jangan menunda konsultasi jika keluhan berulang atau disertai tanda bahaya.

Jika mengalami kencing sakit dan ingin kencing terus, konsultasikan keluhan Anda dengan dokter yang tepat, untuk mendapatkan evaluasi dan rekomendasi penanganan yang sesuai.

kencing sakit dan ingin kencing terus 2
Ilustrasi seorang wanita yang mengalami kencing sakit dan ingin kencing terus

FAQ Seputar Kencing Sakit dan Ingin Kencing Terus

1. Kenapa Ingin Kencing Terus, Tetapi Urine yang Keluar Sedikit?

Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih, iritasi kandung kemih, atau gangguan pengosongan kandung kemih. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

2. Apakah Kencing Sakit dan Sering Kencing Selalu Menandakan ISK?

Tidak selalu. Keluhan tersebut juga bisa berkaitan dengan uretritis, batu saluran kemih, atau iritasi. Gejala saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

3. Apakah Kencing Sakit dan Ingin Kencing Terus Bisa Sembuh Sendiri?

Keluhan akibat iritasi ringan mungkin membaik setelah pemicunya dihindari. Namun, jika disebabkan oleh infeksi bakteri atau batu saluran kemih, pasien mungkin membutuhkan penanganan medis.

4. Pemeriksaan Apa yang Diperlukan untuk Mengetahui Penyebabnya?

Dokter bisa melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan tes urine. Pada kondisi tertentu, dokter juga bisa menyarankan kultur urine, pemeriksaan infeksi menular seksual, atau pencitraan.

5. Kapan Kencing Sakit Harus Segera Diperiksa?

Segera cari pertolongan jika nyeri disertai demam, menggigil, nyeri pinggang hebat, muntah, darah dalam urine, atau kesulitan mengeluarkan urine.

Baca Juga: Sering Kencing dan Badan Lemas: Apa Penyebabnya?

Konsultasikan Kencing Sakit dan Ingin Kencing Terus di Klinik Apollo Jakarta

Berkonsultasi dengan dokter berpengalaman seperti di Klinik Apollo Jakarta, bisa membantu Anda untuk mengetahui penyebab kencing sakit dan ingin kencing terus.

Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi kapan dan melalui pemeriksaan dengan fasilitas medis yang lengkap dan modern.

Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]

Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.⇒ [WhatsApp Dokter]

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

| | |

Reservasi Online

Anda dapat melakukan Reservasi secara online, tim Klinik Sentosa akan menghubungi Anda dalam waktu maks 1x24 jam ke depan.
Chat Dokter
Klinik kulit dan kelamin terpercaya di Jakarta