Sering Kencing dan Badan Lemas: Apa Penyebabnya?

sering kencing badan lemas 1_1_11zon

Klinik Apollo, Jakarta – Sering kencing dan badan lemas, bisa terjadi secara bersamaan dan jangan selalu dianggap sebagai kondisi biasa. Keluhan ini bisa muncul setelah terlalu banyak minum, mengonsumsi kafein, kurang tidur, atau saat tubuh sedang mengalami infeksi.

Namun, jika buang air kecil menjadi lebih sering tanpa penyebab yang jelas dan disertai rasa lemas terus-menerus, kondisi tertentu seperti diabetes atau infeksi saluran kemih (ISK) juga perlu Anda pertimbangkan. Pemeriksaan penting untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Apa Arti Sering Kencing dan Badan Lemas?

Sering kencing atau frekuensi buang air kecil meningkat, berarti seseorang lebih sering ingin berkemih dari biasanya. Keluhan ini bisa muncul dengan rasa ingin kencing secara tiba-tiba atau tetap merasa ingin buang air kecil, meskipun urine yang keluar hanya sedikit.

Sementara itu, badan lemas bisa berupa tubuh terasa tidak bertenaga, mudah lelah, mengantuk, atau sulit menjalankan aktivitas seperti biasanya.

Kedua keluhan tersebut bisa memiliki penyebab yang sama. Salah satunya adalah kadar gula darah yang tinggi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sering buang air kecil dan kelelahan termasuk gejala diabetes yang umum, terutama jika muncul rasa haus dan lapar yang meningkat.

Penyebab Sering Kencing dan Badan Lemas

Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan sering kencing sekaligus badan terasa lemas, antara lain:

1. Diabetes

Kadar gula darah yang tinggi, bisa membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak glukosa melalui urine. Akibatnya, seseorang bisa lebih sering kencing, mudah haus, dan merasa lemas.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), sering buang air kecil dan rasa lelah termasuk gejala diabetes. Keluhan lain bisa berupa mudah lapar, berat badan turun, penglihatan kabur, dan luka sulit sembuh.

2. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih bisa menyebabkan sering kencing, rasa perih atau terbakar saat buang air kecil, serta urine keruh, berbau kuat, atau bercampur darah.

Menurut NIDDK, infeksi kandung kemih bisa menimbulkan rasa ingin kencing yang sering dan mendesak. Jika infeksi semakin berat, tubuh juga bisa terasa lemas dan muncul demam, menggigil, mual, atau nyeri punggung.

3. Dehidrasi

Kurang cairan bisa membuat tubuh terasa lemas, haus, pusing, dan sulit berkonsentrasi. Biasanya, urine menjadi lebih pekat dan jumlahnya berkurang. Namun, keluhan sering kencing bisa terjadi jika dehidrasi disertai faktor lain, seperti konsumsi kafein.

4. Terlalu Banyak Minum atau Konsumsi Kafein

Minum terlalu banyak dalam waktu singkat, bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil. Kopi, teh, dan minuman berkafein juga bisa membuat sebagian orang lebih sering kencing.

Oleh karena itu, jika keluhan muncul setelah perubahan pola minum atau konsumsi kafein, frekuensi kencing biasanya bisa berkurang setelah pemicunya Anda kurangi.

5. Gangguan Saluran Kemih

Kandung kemih yang terlalu aktif, bisa menyebabkan rasa ingin kencing serta tiba-tiba dan berulang, termasuk pada malam hari. NIDDK menyebutkan bahwa frekuensi kencing dapat berkaitan dengan infeksi, diabetes, gangguan saraf, atau faktor gaya hidup.

6. Gangguan Prostat pada Pria

Pada pria, masalah prostat bisa menyebabkan sering kencing, terutama malam hari, aliran urine melemah, sulit memulai kencing, atau merasa urine belum keluar sepenuhnya.

Jika sering kencing muncul dengan perubahan pancaran urine, pemeriksaan dokter penting untuk mengetahui apakah penyebabnya berkaitan dengan prostat atau saluran kemih.

Kapan Sering Kencing dan Lemas Perlu Pemeriksaan Medis?

Tidak semua peningkatan frekuensi buang air kecil merupakan tanda penyakit. Namun, pemeriksaan sebaiknya Anda pertimbangkan jika keluhan:

  • Berlangsung terus-menerus atau semakin sering
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari atau tidur
  • Rasa haus yang berlebihan
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Nyeri atau rasa terbakar saat kencing
  • Urine keruh, berbau kuat, atau berdarah
  • Demam atau menggigil
  • Nyeri perut bagian bawah, pinggang, atau punggung
  • Badan terasa sangat lemas atau sulit beraktivitas

Khususnya jika sering kencing muncul dengan rasa lemas, haus berlebihan, dan penurunan berat badan yang tidak direncanakan, pemeriksaan gula darah penting Anda lakukan untuk membantu menilai kemungkinan diabetes.

Pemeriksaan untuk Mengetahui Penyebabnya

Dokter dapat menentukan pemeriksaan berdasarkan gejala dan kondisi pasien. Pemeriksaan yang mungkin dokter lakukan bisa meliputi:

  • Pemeriksaan urine untuk membantu mendeteksi tanda infeksi / kelainan pada urine
  • Pemeriksaan gula darah, terutama jika terdapat gejala yang mengarah pada diabetes
  • Pemeriksaan darah lainnya, sesuai dengan kondisi dan keluhan yang ada
  • Pemeriksaan fisik, termasuk evaluasi perut dan saluran kemih
  • Pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan prostat / pencitraan, jika dokter mencurigai penyebab tertentu

Pemeriksaan yang tepat bisa membantu menentukan penyebab, sehingga penanganan bisa sesuai dan tidak sekedar mengurangi frekuensi kencing.

sering kencing badan lemas 2_2_11zon
Ilustrasi seorang pria yang mengalami sering kencing dan badan lemas

Kesimpulan

Sering kencing dan badan lemas bisa terjadi karena berbagai kondisi, mulai dari perubahan pola minum dan konsumsi kafein hingga infeksi saluran kemih, gangguan kandung kemih, masalah prostat, atau diabetes.

Jika keluhan berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau terasa haus berlebihan, nyeri saat kencing, demam, perubahan urine, maupun penurunan berat badan tanpa sebab, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis.

Berdasarkan pengalaman tim medis Klinik Apollo Jakarta, keluhan saluran kemih sebaiknya tidak hanya Anda lihat hanya dari satu gejala. Evaluasi terhadap gejala lain dan pemeriksaan yang sesuai, bisa membantu menemukan penyebab secara lebih tepat.

FAQ Seputar Sering Kencing dan Lemas

1. Apakah Sering Kencing dan Badan Lemas Pasti Diabetes?

Tidak. Diabetes merupakan salah satu kemungkinan, tetapi keluhan tersebut juga bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih, gangguan kandung kemih, pola minum, konsumsi kafein, dan kondisi lainnya. Pemeriksaan gula darah dokter perlukan untuk memastikan apakah keluhan berkaitan dengan diabetes.

2. Kenapa Sering Kencing Membuat Badan Terasa Lemas?

Jika sering kencing berkaitan dengan kondisi yang menyebabkan kehilangan banyak cairan atau perubahan kadar gula darah, tubuh bisa terasa lelah atau lemas. Namun, lemas juga bisa terjadi karena infeksi maupun kondisi lain, sehingga penyebabnya perlu evaluais medis.

3. Apakah ISK Bisa Menyebabkan Badan Lemas?

Bisa. ISK dapat menyebabkan tubuh merasa tidak nyaman dan lemas. Jika infeksi berkembang ke ginjal, gejalanya bisa menjadi lebih berat, seperti demam, menggigil, mual, muntah, serta nyeri pada punggung atau sisi tubuh.

4. Kapan Harus ke Dokter Jika Sering Kencing?

Segera periksakan diri jika sering kencing menetap, mengganggu tidur atau aktivitas, atau disertai nyeri saat kencing, darah dalam urine, demam, nyeri pinggang, rasa haus berlebihan, atau badan sangat lemas.

5. Apakah Sering Kencing pada Malam Hari Juga Perlu Pemeriksaan?

Jika terjadi berulang atau mengganggu tidur, sebaiknya jalani pemeriksaan medis. Sering kencing pada malam hari, bisa berkaitan dengan kebiasaan minum, masalah kandung kemih, diabetes, atau pada pria bisa berkaitan dengan masalah prostat.

Baca Juga: Kencing Sakit dan Demam: Kenali Penyebab dan Tandanya

Cek Penyebab Sering Kencing dan Badan Lemas di Klinik Apollo Jakarta

Sering kencing yang muncul bersamaan dengan badan lemas, bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang memerlukan penanganan medis.

Namun, kondisi ini juga bisa terjadi karena beberapa kondisi ringan. Sehingga, penting untuk memerlukan penanganan medis yang tepat seperti di Klinik Apollo Jakarta.

Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda, dengan fasilitas dan juga peralatan medis yang lengkap.

Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]

Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.⇒ [WhatsApp Dokter]

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

| | |

Reservasi Online

Anda dapat melakukan Reservasi secara online, tim Klinik Sentosa akan menghubungi Anda dalam waktu maks 1x24 jam ke depan.
Chat Dokter
Klinik kulit dan kelamin terpercaya di Jakarta