Kencing Keluar Gumpalan Darah pada Wanita, Berbahayakah?

kencing keluar gumpalan darah pada wanita 1_3_11zon

Klinik Apollo, Jakarta – Kencing keluar gumpalan darah pada wanita, bukan kondisi yang sebaiknya diabaikan. Darah yang terlihat dalam urine (hematuria), bisa berasal dari berbagai bagian saluran kemih, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, atau uretra.

Gumpalan darah dalam urine juga perlu diperhatikan, karena bisa menyebabkan nyeri pada saat keluar atau, pada kondisi tertentu, menghambat aliran urine. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), gumpalan darah dapat menimbulkan nyeri dan berpotensi menyumbat aliran urine.

Namun, darah yang terlihat saat buang air kecil pada wanita tidak selalu berasal dari saluran kemih. Perdarahan menstruasi atau perdarahan dari vagina juga bisa tercampur dengan urine, sehingga terlihat seperti kencing berdarah.

Apa Arti Kencing Keluar Gumpalan Darah pada Wanita?

Kencing keluar gumpalan darah, berarti terdapat darah yang cukup banyak hingga membentuk bekuan dan ikut keluar ketika buang air kecil. Kondisi ini berbeda dengan hematuria mikroskopis, yang bisa diketahui melalui pemeriksaan urine.

Urine yang mengandung darah bisa tampak merah muda, merah terang, atau cokelat. Jika terdapat gumpalan, warnanya bisa terlihat lebih pekat dan bentuknya bisa menyerupai serpihan atau bekuan kecil.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa hamaturia bisa berkaitan dengan berbagai kondisi, termasuk infeksi saluran kemih, batu saluran kemih, penyakit ginjal, gangguan darah, dan penggunaan obat tertentu.

Penyebab Kencing Keluar Gumpalan Darah pada Wanita

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan darah atau gumpalan darah keluar bersama urine, antara lain:

1. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu penyebab darah dalam urine. Pada umumnya, infeksi bisa menyebabkan peradangan dan iritasi pada saluran kemih sehingga muncul perdarahan. Gejalanya berupa:

  • Rasa perih atau terbakar saat buang air kecil
  • Sering ingin buang air kecil
  • Urine berbau lebih menyengat atau tampak keruh
  • Nyeri di perut bagian bawah
  • Urine bercampur darah

Jika infeksi sudah melibatkan ginjal, keluhan bisa disertai demam dan nyeri pada bagian samping atau punggung.

2. Batu Ginjal atau Batu Saluran Kemih

Batu yang berada di ginjal atau saluran kemih, bisa melukai jaringan ketika bergerak. Akibatnya, darah bisa masuk ke dalam urine. Keluhan biasanya berupa:

  • Nyeri hebat di pinggang atau sisi tubuh
  • Nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah
  • Mual atau muntah
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Urine berwarna merah atau kecokelatan

Batu juga bisa mengganggu aliran urine, jika ukurannya sudah cukup besar.

3. Peradangan atau Gangguan pada Ginjal

Peradangan pada ginjal bisa menyebabkan sel darah masuk ke urine. Kondisi ini bisa memiliki penyebab yang beragam dan terkadang disertai urine berbusa, pembengkakan pada ubuh, tekanan darah meningkat, atau perubahan jumlah urine.

Karena penyebabnya tidak selalu bisa diketahui hanya dari gejala, pemeriksaan dokter perlu untuk menentukan sumber perdarahannya.

4. Cedera pada Saluran Kemih

Benturan atau cedera pada area perut, pinggang, atau saluran kemih bisa menyebabkan perdarahan. Darah kemudian bisa terlihat ketika buang air kecil. Riwayat kecelakaan, olahraga dengan benturan keras, atau cedera sebelumnya perlu disampaikan kepada dokter saat pemeriksaan.

5. Gangguan pada Kandung Kemih atau Saluran Kemih

Pada sebagian kasus, darah dalam urine bisa menjadi tanda adanya masalah yang lebih serius pada kandung kemih atau saluran kemih, termasuk kanker.

Darah dalam urine merupakan salah satu gejala utama kanker kandung kemih dan bisa muncul tanpa rasa sakit.

Hal ini bukan berarti setiap kencing berdarah menandakan kanker. Infeksi dan batu saluran kemih, jauh lebih sering menjadi penyebab. Namun, darah yang terlihat dalam urine tetap perlu diperiksa agar penyebabnya bisa diketahui.

Bedakan Darah dari Urine dan Darah dari Vagina

Pada wanita, penting untuk memastikan apakah darah benar-benar berasal dari urine. Darah bisa terlihat ketika buang air kecil, karena:

  • Sedang menstruasi
  • Perdarahan dari vagina
  • Perdarahan setelah hubungan seksual
  • Gangguan pada organ reproduksi
  • Darah memang berasal dari saluran kemih

Jika darah hanya terlihat pada tisu atau pembalut, tetapi urine sebenarnya tidak berubah warna, sumber perdarahan mungkin bukan saluran kemih.

Sebaliknya, jika urina terlihat merah atau kecokelatan dan darah tetap muncul di luar periode menstruasi, pemeriksaan saluran kemih sebaiknya dilakukan.

Apakah Kencing Keluar Gumpalan Darah Berbahaya?

Bisa berbahaya, tergantung penyebabnya. Gumpalan darah tidak selalu menunjukkan penyakit serius, tetapi keberadaannya tidak boleh diabaikan.

Gumpalan darah bisa menimbulkan rasa nyeri ketika melewati saluran kemih. Dalam jumlah tertentu, gumpalan juga bisa menghambat aliran urine. NIDDK menjelaskan bahwa gumpalan darah dalam urine bisa menyebabkan nyeri ketika dikeluarkan dan bisa menimbulkan masalah jika menyumbat aliran urine.

Oleh karena itu, wanita yang mengalami urine berdarah, terlebih jika muncul gumpalan, sebaiknya menjalani pemeriksaan untuk mencari penyebabnya.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Jangan menunda pemeriksaan jika kencing berdarah terjadi berulang kali atau muncul bersamaan dengan keluhan lain. Segera cari pertolongan medis jika terdapat:

  • Gumpalan darah keluar cukup banyak
  • Tidak dapat buang air kecil
  • Nyeri hebat di perut, pinggang, atau punggung
  • Demam dan menggigil
  • Mual atau muntah terus-menerus
  • Badan terasa sangat lemas atau pusing
  • Perdarahan terus berlangsung
  • Darah dalam urine muncul tanpa penyebab yang jelas

NHS merekomendasikan pemeriksaan medis ketika seseorang melihat darah dalam urine, bahkan jika baru pertama kali terjadi, jumlahnya sedikit, atau disertai gejala lain.

Pemeriksaan untuk Tahu Penyebab Kencing Berdarah

Dokter akan menanyakan keluhan, riwayat kesehatan, obat yang Anda konsumsi, serta apakah darah muncul bersamaan dengan menstruasi. Pemeriksaan bisa berupa:

  • Urinalisis
  • Kultur urine
  • Tes darah
  • USG saluran kemih
  • CT scan atau pemeriksaan pencitraan lain
  • Sistoskopi

NIDDK menjelaskan bahwa pemeriksaan hematuria bertujuan menemukan penyebab yang mendasri, kemudian pengobatan dokter sesuaikan dengan kondisi tersebut.

Cara Mengatasi Kencing Keluar Gumpalan Darah pada Wanita

Penanganannya tidak bisa disamakan untuk semua orang, karena bergantung pada penyebabnya. Contohnya:

  • Infeksi Saluran kemih – Dokter bisa memberikan pengobatan yang sesuai jika infeksi terbukti atau sangat dicurigai.
  • Batu Saluran Kemih – Penanganan bergantung pada ukuran, lokasi, dan dampak batu terhadap aliran urine.
  • Gangguan Ginjal – Membutuhkan penanganan berdasarkan penyakit yang mendasarinya.
  • Perdarahan Akibat Obat – Dokter bisa mengevaluasi obat yang digunakan dan menentukan langkah yang aman.
  • Kelainan Kandung Kemih atau Saluran Kemih – Membutuhkan pemeriksaan dan terapi khusus.

Hindari mengonsumsi antibiotik atau obat penghenti perdarahan, tanpa mengetahui penyebabnya. Pengobatan yang tidak sesuai bisa membuat kondisi sulit dokter evaluasi dan tidak menyelesaikan sumber masalah.

Kesimpulan

Kencing keluar gumpalan darah pada wanita, bukan keluhan yang sebaiknya dianggap normal. Penyebabnya bisa berupa infeksi saluran kemih, batu ginjal atau kandung kemih, cedera, gangguan ginjal, penggunaan obat tertentu, hingga masalah pada kandung kemih atau saluran kemih.

Selain itu, pastikan darah memang berasal dari urine dan bukan dari menstruasi atau vagina. Jika darah terlihat jelas, keluar bersama gumpalan, terjadi berulang, atau disertai nyeri dan sulit buang air kecil, segera konsultasikan dengan dokter.

Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan, untuk membantu mengetahui penyebab keluhan saluran kemih. Pemeriksaan yang tepat bisa membantu menentukan penanganan sesuai kondisi pasien.

kencing keluar gumpalan darah pada wanita 2_4_11zon
Ilustrasi seorang wanita yang mengalami kencing keluar gumpalan dokter

FAQ Seputar Kencing Keluar Gumpalan Darah pada Wanita

1. Apakah Gumpalan Darah saat Kencing pada Wanita Normal?

Tidak. Gumpalan darah dalam urine, bukan kondisi yang sebaiknya dianggap normal dan perlu diketahui penyebabnya, terutama jika terjadi di luar menstruasi.

2. Apakah ISK Bisa Menyebabkan Gumpalan Darah?

ISK bisa menyebabkan darah dalam urine akibat peradangan pada saluran kemih. Namun, adanya gumpalan darah perlu evaluasi dokter untuk memastikan penyebabnya.

3. Apakah Kencing Berdarah Selalu Berarti Kanker?

Tidak. Banyak kondisi lain yang bisa menyebabkan darah dalam urine, seperti ISK atau batu saluran kemih. Namun, darah dalam urine tetap perlu diperiksa karena pada sebagian kasus bisa berkaitan dengan kondisi serius.

4. Apa yang Harus Penderita Lakukan Jika Gumpalan Darah membuat Tidak Bisa Kencing?

Ketidakmampuan buang air kecil setelah muncul gumpalan darah memerlukan pertolongan medis segera, karena gumpalan darah menghambat aliran urine.

5. Apakah Darah saat Kencing Bisa Berasal dari Menstruasi?

Bisa terlihat demikian, karena darah menstruasi bisa bercampur dengan urine. Jika tidak yakin sumber darahnya, pemeriksaan bisa membantu menentukan apakah darah berasal dari saluran kemih atau organ reproduksi.

Baca Juga: Pipis Terasa Panas Setelah Berhubungan? Ini Penyebabnya

Cek Penyebab Kencing Keluar Gumpalan Darah di Klinik Apollo Jakarta

Kencing keluar gumpalan darah pada wanita, bisa menjadi tanda dari berbagai kondisi medis yang memerlukan pemeriksaan.

Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.

Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda, dengan fasilitas dan juga peralatan medis yang lengkap.

Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]

Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.⇒ [WhatsApp Dokter]

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

| | |

Reservasi Online

Anda dapat melakukan Reservasi secara online, tim Klinik Sentosa akan menghubungi Anda dalam waktu maks 1x24 jam ke depan.
Chat Dokter
Klinik kulit dan kelamin terpercaya di Jakarta