Penis Keluar Cairan Hijau: Penyebab dan Pengobatan
Klinik Apollo, Jakarta – Pernahkah Anda mengalami penis keluar cairan hijau saat buang air kecil atau tanpa disadari keluar dari ujung penis? Kondisi ini bukan hal yang normal dan sering kali menjadi tanda adanya infeksi pada saluran kemih atau organ reproduksi pria. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang pengobatan berhasil tanpa menimbulkan komplikasi.
Dalam praktik klinis, cairan berwarna hijau dari penis sering dikaitkan dengan gonore (kencing nanah), meskipun beberapa infeksi bakteri lainnya juga bisa menyebabkan gejala serupa. Oleh karena itu, pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan diagnosis dan menentukan terapi yang sesuai.
Daftar Isi
ToggleApa Arti Penis Keluar Cairan Hijau?
Secara medis, keluarnya cairan dari penis dikenal sebagai urethral discharge. Cairan ini bisa berwarna bening, putih, kuning, hingga hijau, tergantung penyebabnya.
Apabila cairan berwarna hijau disertai bau tidak sedap, rasa nyeri, atau perih saat buang air kecil, kondisi tersebut umumnya menunjukkan adanya infeksi bakteri yang menghasilkan nanah.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), uretritis akibat infeksi bakteri merupakan salah satu penyebab tersering keluarnya cairan abnormal dari penis, terutama pada pria yang aktif secara seksual.
Penyebab Penis Keluar Cairan Hijau
Terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan penis keluar cairan hijau yang berbahaya, antara lain:
1. Gonore (Kencing Nanah)
Gonore merupakan penyebab paling umum dari cairan hijau dari penis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi uretra. Gejalanya berupa:
- Cairan hijau atau kuning pekat dari penis
- Nyeri atau perih saat buang air kecil
- Frekuensi buang air kecil meningkat
- Ujung penis tampak kemerahan
- Nyeri atau pembengkakan pada testis pada sebagian penderita
CDC memperkirakan terdapat lebih dari 82 juta kasus gonore baru setiap tahun di dunia, sehingga penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan.
2. Uretritis Non-Gonore (NGU)
Tidak semua cairan hijau berasal dari infeksi gonore. Infeksi lain juga bisa menyebabkan peradangan uretra, seperti:
- Chlamydia trachomatis
- Mycoplasma genitalium
- Ureaplasma urealyticum
Pada beberapa kasus, warna cairan berubah menjadi kekuningan atau kehijauan apabila infeksi sudah cukup berat.
3. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Walaupun lebih sering terjadi pada wanita, pria juga bisa mengalami infeksi saluran kemih. Apabila infeksi menyebar ke uretra, penderita bisa mengalami:
- Cairan bernanah
- Nyeri saat berkemih
- Urine keruh
- Demam
4. Prostatitis Akibat Infeksi
Infeksi bakteri pada kelenjar prostat, juga bisa menyebabkan keluarnya cairan dari penis. Selain itu, penderita sering mengalami:
- Nyeri panggul
- Nyeri saat ejakulasi
- Sulit buang air kecil
- Demam
Baca Juga: 8 Penyebab Penis Keluar Nanah yang Tidak Boleh Diabaikan
5. Infeksi Menular Seksual Lain
Beberapa jenis IMS lainnya juga bisa menimbulkan cairan abnormal, meskipun tidak selalu berwarna hijau, antara lain:
- Klamidia
- Trikomoniasis
- Herpes genital dengan infeksi sekunder
Karena gejalanya sering kali sama, pemeriksaan laboratorium diperlukan agar diagnosis menjadi lebih akurat.
Faktor Risiko
Risiko mengalai penis keluar cairan hijau, bisa meningkat apabila seseorang memiliki faktor berikut:
- Berhubungan seksual tanpa kondom
- Memiliki lebih dari satu pasangan seksual
- Riwayat infeksi menular seksual sebelumnya
- Pasangan terdiagnosis IMS
- Tidak menjalani pengobatan hingga tuntas
Gejala yang Perlu Pria Waspadai
Selain keluarnya cairan hijau dari penis, ada beberapa gejala lain yang sering menyertai meliputi:
- Perih saat buang air kecil
- Penis mengeluarkan nanah
- Bau tidak sedap
- Gatal pada uretra
- Ujung penis kemerahan
- Nyeri saat ejakulasi
- Testis terasa nyeri atau membengkak
- Demam pada infeksi yang lebih berat
Apabila gejala berlangsung lebih dari 24-48 jam, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter berpengalaman.
Bagaimana Dokter Menentukan Penyebabnya?
Diagnosis tidak cukup hanya berdasarkan warna cairan. Dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
- Wawancara mengenai riwayat keluhan
- Pemeriksaan fisik organ genital
- Pengambilan sampel cairan uretra
- Tes urine
- Pemeriksaan NAAT untuk gonore dan klamidia
- Pemeriksaan IMS lainnya bila diperlukan
Metode NAAT saat ini menjadi standar emas, untuk mendeteksi gonore dan klamidia karena memiliki sensitivitas yang tinggi.
Pengobatan Penis Keluar Cairan Hijau
Dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien dan penyebabnya. Berikut beberapa langkah pengobatannya:
1. Antibiotik Sesuai Resep Dokter
Apabila penyebabnya adalah infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik sesuai hasil pemeriksaan. Penting untuk Anda ingat:
- Jangan membeli antibiotik tanpa resep
- Habiskan obat sesuai anjuran dokter
- Hindari hubungan seksual sampai sembuh
Menurut pedoman CDC STI Treatment Guidelines, terapi gonore menggunakan antibiotik tertentu berdasarkan dosis yang direkomendasikan serta mempertimbangkan pola resistensi bakteri yang terus berkembang.
2. Pengobatan Pasangan
Jika penyebabnya merupakan infeksi menular seksual, pasangan seksual juga perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan untuk mencegah infeksi berulang.
3. Kontrol Setelah Pengobatan
Dokter mungkin menyarankan pemeriksaan ulang apabila gejala tidak membaik, keluhan muncul kembali, dan kemungkinan terjadi infeksi ulang.
Apa yang Terjadi Jika Tidak Terobati?
Mengabaikan penis keluar cairan hijau bisa meningkatkan risiko komplikasi berbahaya, seperti:
- Epididimitis
- Infertilitas pada pria
- Penyempitan uretra
- Prostatitis kronis
- Penyebaran infeksi ke aliran darah (jarang tetapi serius)
- Penularan infeksi kepada pasangan seksual
Semakin lama infeksi tidak terobati, maka semakin besar kemungkinan terjadi kerusakan pada sistem reproduksi.
Cara Mencegah Penis Keluar Cairan Hijau
Terdapat beberapa pencegahan yang dokter sarankan untuk mencegah masalah kesehatan ini, antara lain:
- Menggunakan kondom secara konsisten
- Membatasi jumlah pasangan seksual
- Menjalani pemeriksaan IMS secara berkala jika berisiko
- Menjaga kebersihan area genital
- Tidak berbagi alat bantu seksual tanpa disterilisasi
- Segera memeriksakan diri apabila muncul gejala awal
Kapan Harus ke Dokter?
Penting untuk segera mencari pertolongan medis, terutama jika Anda mengalami beberapa gejala berikut:
- Cairan hijau atau kuning dari penis
- Nyeri hebat saat buang air kecil
- Demam
- Pembengkakan testis
- Keluhan tidak membaik dalam dua hari
- Riwayat hubungan seksual berisiko
Diagnosis dini, bisa membantu mencegah komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan.

Kesimpulan
Penis keluar cairan hijau, merupakan gejala yang tidak boleh diabaikan karena paling sering berkaitan dengan infeksi bakteri, terutama gonore. Namun, kondisi lain seperti uretritis non-gonore, infeksi saluran kemih, maupun prostatitis juga bisa menjadi penyebabnya. Pemeriksaan oleh dokter, disertai tes laboratorium yang tepat, sangat penting untuk memastikan diagnosis dan menentukan terapi yang efektif.
Apabila Anda mengalami penis keluar cairan hijau, jangan menunda pemeriksaan hingga gejala semakin berat. Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dengan dokter berpengalaman dalam menangani penyakit kelamin pria, didukung pemeriksaan laboratorium yang akurat, penanganan yang menjaga privasi pasien, serta terapi sesuai pedoman medis terkini.
Baca Juga: Keluar Nanah dari Kemaluan Pria tapi Tidak Sakit, Ini Penyebabnya
Cek Penyebab Penis Keluar Cairan Hijau dengan Pemeriksaan di Klinik Apollo Jakarta
Penis keluar cairan hijau bukanlah kondisi yang normal, dan perlu pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pastinya.
Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan menyeluruh dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.
Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda, dengan fasilitas dan juga peralatan medis yang lengkap.
Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis!⇒ [WhatsApp Dokter]
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Artikel Terbaru
- Penis Keluar Cairan Hijau: Penyebab dan Pengobatan Juli 22, 2026
- Keluar Nanah dari Kemaluan Pria tapi Tidak Sakit, Ini Penyebabnya Juli 21, 2026
- Bahaya Penis Keluar Nanah: Tanda Infeksi yang Perlu Diwaspadai Juli 20, 2026
- Gejala Penis Keluar Nanah: Tanda Infeksi yang Wajib Diwaspadai Juli 19, 2026
- Pentingnya Tes Gonore untuk Deteksi Dini: Simak Caranya Juli 18, 2026
Alamat Klinik Apollo
Jl. Pangeran Jayakarta No.115, RT.9/RW.7, Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730
Email: info@klinikapollojakarta.com
Phone: 0821-1099-9870
Whatsapp: 0821-1099-9870
Office Hours:
Senin s/d Minggu
Pukul: 09.00-19.00 WIB





