8 Penyebab Penis Keluar Nanah yang Tidak Boleh Diabaikan

Penyebab Penis Keluar Nanah 1_4_11zon

Klinik Apollo, Jakarta – Penyebab penis keluar nanah perlu dikenali sejak dini, karena kondisi ini bukanlah hal yang normal dan umumnya menandakan adanya infeksi pada saluran kemih atau organ reproduksi pria.

Meskipun pada awalnya gejala mungkin tampak ringan, keluarnya cairan bernanah tidak boleh diabaikan karena dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih serius apabila tidak segera tertangani.

Menurut World Health Organization (WHO), jutaan kasus infeksi menular seksual yang bisa disembuhkan, seperti gonore dan klamidia, terjadi setiap tahun di seluruh dunia. Kedua penyakit tersebut merupakan penyakit paling umum keluarnya cairan bernanah dari penis.

Melalui artikel ini, Anda akan mengetahui berbagai penyebab penis keluar nanah beserta ciri-cirinya agar lebih mudah mengenali kapan kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan medis. Untuk pembahasan yang lebih lengkap mengenai gejala, diagnosis, pengobatan, hingga pencegahan, baca juga artikel “Penis Keluar Nanah: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan”.

Mengapa Penis Bisa Mengeluarkan Nanah?

Nanah terbentuk ketika tubuh melawan infeksi. Cairan ini terdiri atas sel darah putih, bakteri, jaringan yang rusak, dan cairan tubuh. Pada penis, nanah umumnya keluar melalui uretra, yaitu saluran yang berfungsi mengalirkan urine dari air mani.

Selain keluarnya cairan, kondisi ini sering disertai nyeri saat buang air kecil, rasa terbakar, gatal, atau pembengkakan pada area kelamin. Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan dokter perlu untuk memastikan diagnosis.

8 Penyebab Penis Keluar Nanah

Terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan penis keluar nanah yang perlu Anda waspadai, antara lain:

1. Gonore (Kencing Nanah)

Gonore merupakan penyebab paling umum keluarnya nanah dari penis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menular melalui hubungan seksual tanpa pengaman. Ciri khas gonore berupa:

  • Cairan berwarna kuning, putih, atau kehijauan dari penis
  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Nyeri atau bengkak pada testis pada sebagian pasien

Gejala biasanya muncul dalam waktu 2-14 hari setelah terpapar bakteri. Namun, beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala hingga infeksi semakin parah.

2. Klamidia

Infeksi Chlamydia trachomatis juga sering menyebabkan keluarnya cairan dari uretra. Namun, cairannya cenderung lebih bening atau putih dibandingkan gonore. Selain itu, penderita bisa mengalami:

  • Rasa tidak nyaman saat berkemih
  • Gatal pada ujung penis
  • Nyeri testis
  • Keluarnya cairan terutama pada pagi hari

Menariknya, banyak penderita klamidia tidak mengalami gejala sehingga infeksi baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan.

3. Uretritis Non-Gonokokus (NGU)

Tidak semua kasus uretritis disebabkan oleh gonore. Uretritis non-gonokokus bisa terjadi karena bakteri lain, seperti Mycoplasma genitalium atau Ureaplasma urealyticum.

Gejalanya hampir menyerupai gonore, tetapi hasil pemeriksaan laboratorium tidak menunjukkan adanya bakteri penyebab gonore.

4. Trikomoniasis

Trikomoniasis disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Walaupun lebih sering terjadi pada wanita, pria juga bisa terinfeksi dan mengalami:

  • Keluarnya cairan dari penis
  • Rasa gatal di uretra
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Rasa tidak nyaman setelah ejakulasi

Sebagian pria tidak menunjukkan gejala, sehingga tanpa sadar bisa menularkan infeksi kepada pasangan.

5. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih pada pria memang lebih jarang dibandingkan wanita. Namun, ketika terjadi, infeksi bisa menyebabkan keluarnya cairan, terutama jika telah melibatkan uretra. Keluhan lain yang bisa muncul berupa:

  • Sering buang air kecil
  • Nyeri saat berkemih
  • Urine keruh atau berbau tajam
  • Demam pada infeksi yang lebih berat

6. Prostatitis Bakteri

Peradangan pada kelenjar prostat akibat infeksi bakteri, bisa menyebabkan keluarnya cairan dari uretra, terutama setelah buang air kecil. Selain itu, penderita biasanya mengalami:

  • Nyeri panggul
  • Nyeri saat ejakulasi
  • Sulit berkemih
  • Demam dan menggigil pada prostatitis akut

7. Balanitis yang Disertai Infeksi

Balanitis merupakan peradangan pada kepala penis, yang bisa dipicu oleh infeksi bakteri atau jamur. Apabila infeksi berkembang, cairan bernanah bisa muncul di sekitar kepala penis atau di bawah kulup.

Risiko balanitis meningkat pada pria yang tidak disunat, memiliki diabetes yang tidak terkendali, atau kurang menjaga kebersihan area genital.

8. Epididimitis yang Berkaitan dengan Infeksi

Epididimitis adalah peradangan pada saluran penyimpan sperma di belakang testis. Kondisi ini sering berhubungan dengan gonore atau klamidia. Selain keluarnya cairan, gejala lain bisa berupa:

  • Nyeri testis
  • Pembengkakan skrotum
  • Demam
  • Rasa berat pada buah zakar

Faktor yang Meningkatkan Risiko

Berikut beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko keluarnya nanah dari penis, antara lain:

  • Berhubungan seksual tanpa kondom
  • Memiliki lebih dari satu pasangan seksual
  • Riwayat infeksi menular seksual
  • Kebersihan area genital yang kurang baik
  • Sistem kekebalan tubuh menurun
  • Tidak menyelesaikan pengobatan antibiotik sebelumnya

Dengan mengenali faktor risiko tersebut, Anda bisa mengambil langkah pencegahan lebih awal.

Bagaimana Dokter Menentukan Penyebabnya?

Karena penyebab keluarnya nanah dari penis tidak selalu sama, dokter akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, antara lain:

  • Wawancara mengenai gejala dan riwayat seksual
  • Pemeriksaan fisik pada organ genital
  • Pemeriksaan sampel cairan dari uretra
  • Tes urine
  • Pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi infeksi menular seksual bila diperlukan

Hasil pemeriksaan akan membantu dokter, untuk menentukan terapi yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Jangan menunda pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter, terutama jika Anda mengalami gejala berikut:

  • Keluar nanah dari penis
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Demam
  • Nyeri atau bengkak pada testis
  • Darah pada urine atau cairan dari penis
  • Keluhan tidak membaik dalam beberapa hari

Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi dan penularan kepada pasangan.

Penyebab Penis Keluar Nanah 2_5_11zon
Ilustrasi seorang pria yang mengalami penis keluar nanah

Kesimpulan

Penyebab penis keluar nanah sangat beragam, mulai dari gonore, klamidia, uretritis non-gonokokus, hingga infeksi saluran kemih dan prostatitis. Meskipun gejalanya tampak serupa, setiap penyebab memerlukan penanganan yang berbeda.

Oleh karena itu, pemeriksaan medis sangat penting agar diagnosis bisa ditegakkan secara akurat dan pengobatan yang diberikan sesuai dengan kondisi yang mendasarinya.

Apabila Anda mengalami keluarnya nanah dari penis, jangan menunggu hingga gejala bertambah berat. Segera konsultasikan kondisi Anda di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan yang mengutamakan privasi, diagnosis yang akurat, serta terapi yang disesuaikan dengan penyebab infeksi.

Baca Juga: Cairan Keluar dari Penis, Normal atau Berbahaya?

Pastikan Penyebab Penis Keluar Nanah dengan Dokter Berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta

Penting untuk mengenali penyebab penis keluar nanah dengan dokter berpengalaman, seperti di Klinik Apollo Jakarta, agar aman dan optimal.

Dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap, Anda bisa mendapatkan perawatan dan juga pengobatan yang tepat.

Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi dan membuat janji temu dengan dokter.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]

Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis!⇒ [WhatsApp Dokter]

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

| | |

Reservasi Online

Anda dapat melakukan Reservasi secara online, tim Klinik Sentosa akan menghubungi Anda dalam waktu maks 1x24 jam ke depan.
Chat Dokter
Klinik kulit dan kelamin terpercaya di Jakarta