Waspada! Kencing Berdarah Tapi Tidak Sakit Ini Bahayanya

kencing berdarah tapi tidak sakit 1_3_11zon

Klinik Apollo, Jakarta – Kencing berdarah tapi tidak terasa sakit sering kali dianggap sepele, karena tidak disertai rasa nyeri saat buang air kecil. Padahal, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena darah dalam urine atau hematuria bisa terjadi akibat berbagai kondisi yang perlu penanganan tepat.

Darah dalam urine bisa terlihat secara langsung, sehingga urine tampak merah muda, merah, atau kecokelatan. Kondisi ini disebut gross hematuria. Sementara itu, darah yang hanya bisa ditemukan melalui pemeriksaan urine disebut microhematusia.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), hematuria pada banyak kasus memang tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala lain.

Apakah Kencing Berdarah Tapi Tidak Sakit Berbahaya?

Kencing berdarah tanpa rasa sakit, tidak selalu berarti penyakit serius, tetapi sebaiknya tidak diabaikan. Penyebabnya sangat beragam dan perlu diketahui melalui pemeriksaan.

Beberapa kondisi bisa menyebabkan perdarahan pada saluran kemih, tanpa menimbulkan rasa sakit. Bahkan, salah satu alasan hematuria perlu diperiksa adalah karena penyakit tertentu bisa berkembang tanpa gejala yang khas pad atahap awal.

Oleh karena itu, jika urine terlihat mengandung darah, sebaiknya jangan hanya menunggu sampai keluhan hilang sendiri.

Penyebab Kencing Berdarah Tapi Tidak Sakit

Berikut beberapa kondisi yang mungkin menjadi penyebab kencing berdarah, antara lain:

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (ISK) bisa menyebabkan darah masuk ke dalam urine. Biasanya, ISK juga bisa menimbulkan rasa perih saat buang air kecil, sering kencing, atau rasa tidak nyaman di perut bagian bawah.

Namun, tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Pemeriksaan urine bisa membantu mengetahui apakah terdapat infeksi.

2. Batu Ginjal atau Batu Saluran Kemih

Batu pada ginjal atau saluran kemih, bisa menyebabkan perdarahan akibat iritasi pada jaringan saluran kemih. Pada umumnya batu ginjal atau saluran kemih, sering berkaitan dengan nyeri hebat pada pinggang atau perut.

Namun, keberadaan batu tidak selalu langsung menimbulkan rasa sakit, terutama ketika batu belum menyebabkan sumbatan.

3. Pembesaran Prostat

Pada pria, pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH) bisa berkaitan dengan hematuria. Biasanya, BPH juga bisa menyebabkan keluhan, seperti:

  • Pancaran urine melemah
  • Sulit memulai buang air kecil
  • Sering buang air kecil
  • Buang air kecil lebih sering pada malam hari
  • Merasa kandung kemih belum kosong

BPH termasuk salah satu kondisi yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami hematuria.

4. Gangguan pada Ginjal

Gangguan tertentu pada ginjal, termasuk penyakit yang memengaruhi bagian penyaring ginjal atau glomerulus, juga bisa menyebabkan darah ditemukan dalam urine.

Pada kondisi tertentu, hematuria bisa menjadi salah satu tanda awal sehingga pemeriksaan lebih lanjut penting Anda lakukan untuk mengetahui sumber perdarahan.

5. Cedera pada Saluran Kemih

Trauma atau cedera pada ginjal maupun bagian lain dari saluran kemih, bisa menyebabkan munculnya darah dalam urine.

Riwayat benturan, kecelakaan, olahraga berat, atau prosedur medis pada saluran kemih perlu disampaikan pada dokter saat pemeriksaan.

6. Aktivitas Fisik yang Berat

Olahraga dengan intensitas tinggi, terutama aktivitas yang berlangsung lama, juga bisa menyebabkan hematuria pada sebagian orang.

Namun, darah yang muncul setelah aktivitas berat tetap perlu diperhatikan, terutama jika berulang atau jumlah darah cukup banyak.

Mengapa Kencing Berdarah Tanpa Sakit Tetap Harus Periksa?

tidak adanya rasa sakit, bukan berarti kondisi tersebut aman. Darah dapat muncul akibat masalah pada ginjal, kandung kemih, prostat, uretra, atau bagian lain dari sistem kemih.

Pedoman American Urological Association (AUA) yang diperbarui pada 2025, menekankan bahwa evaluasi hematuria perlu mempertimbangkan faktor risiko setiap pasien dan dilakukan dengan pendekatan berdasarkan tingkat risikonya.

Artinya, dokter tidak hanya melihat ada atau tidaknya darah, tetapi juga mempertimbangkan usia, riwayat merokok, jumlah dan berulangnya hematuria, serta faktor fisik lainnya.

Bagaimana Cara Mengetahui Penyebab Kencing Berdarah?

Untuk mengetahui penyebab kencing berdarah, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

1. Pemeriksaan Urine – Bertujuan untuk memastikan adanya darah dalam urine, serta mendeteksi kemungkinan infeksi atau kelainan lainnya.

2. Pemeriksaan Darah – Dapat dokter lakukan untuk menilai fungsi ginjal, dan mencari tanda infeksi atau kondisi tertentu.

3. USG Saluran Kemih – Membantu melihat kondisi ginjal dan kandung kemih, termasuk kemungkinan adanya batu atau kelainan lainnya.

4. CT Scan atau Sistoskopi – Pemeriksaan ini bisa dokter lakukan jika perlu evaluasi lebih lanjut terhadap ginjal, kandung kemih, atau saluran kemih.

Pemeriksaan yang akan Anda jalani, akan dokter sesuaikan dengan gejala, usia, riwayat kesehatan, dan faktor masing-masing pasien.

Kapan Harus ke Dokter?

Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter berpengalaman seperti di Klinik Apollo Jakarta, terutama jika:

  • Urine terlihat merah, merah muda, atau kecokelatan
  • Darah dalam urine muncul berulang kali
  • Kencing berdarah terjadi tanpa rasa sakit
  • Terdapat gumpalan darah dalam urine
  • Mengalami kesulitan mengeluarkan urine
  • Disertai demam atau menggigil
  • Disertai nyeri pinggang dan perut
  • Memiliki riwayat batu ginjal atau gangguan saluran kemih
  • Sedang mengonsumsi obat pengencer darah
  • Memiliki faktor risiko infeksi saluran kemih

Jika terdapat gumpalan darah yang menyebabkan urine sulit atau tiadk bisa keluar, kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis segera.

Jangan Menganggap Kencing Berdarah Sebagai Hal Sepele

Kencing berdarah tapi tidak sakit, bisa disebabkan oleh kondisi yang relatif ringan, tetapi juga bisa menjadi tanda gangguan pada ginjal, kandung kemih, prostat, atau saluran kemih lainnya.

Oleh karena itu, jangan menunggu sampai muncul rasa sakit. Pemeriksaan sejak awal bisa membantu dokter menemukan sumber perdarahan dan menentukan penanganan yang sesuai.

kencing berdarah tapi tidak sakit 2_4_11zon
Ilustrasi seorang wanita yang mengalami kencing berdarah tapi tidak sakit

FAQ Seputar Kencing Berdarah Tapi Tidak Sakit

1. Apakah Kencing Berdarah Tapi Tidak Sakit Pasti Berbahaya?

Tidak selalu. Penyebab hematuria sangat beragam, mulai dari infeksi, batu saluran kemih, pembesran prosta, aktivitas berat, hingga gangguan yang lebih serius. Namun, darah dalam urine tetap perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

2. Apakah Kencing Berdarah Tanpa Sakit Bisa Menjadi Tanda Kanker?

Bisa. Kanker kandung kemih, ginjal, atau prostat termasuk kemungkinan penyebab hematuria. Namun, kencing berdarah tidak berarti seseorang pasti mengalami kanker. Pemeriksaan perlu untuk memastikan penyebabnya.

3. Apakah Darah Dalam Urine Bisa Hilang Sendiri?

Darah dalam urine bisa berhenti muncul, tetapi hilangnya gejala tidak selalu berarti penyebabnya sudah sembuh. Jika hematuria terjadi, terutama jika terlihat jelas, sebaiknya tetap konsultasikan ke dokter.

Baca Juga: Kencing Sakit Keluar Cairan Putih: Penyebab dan Solusinya

Pentingnya Cek Penyebab Kencing Berdarah Tapi Tidak Sakit di Klinik Apollo

Kencing berdarah yang tidak disertai rasa sakit, bukan berarti kondisi ini normal. Justru sebaliknya, kondisi ini bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang serius dan membutuhkan penanganan yang tepat.

Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman seperti di Klinik Apollo Jakarta.

Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh, dengan fasilitas dan juga peralatan medis yang lengkap.

Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, untuk memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]

Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.⇒ [WhatsApp Dokter]

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondiis Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

| | |

Reservasi Online

Anda dapat melakukan Reservasi secara online, tim Klinik Sentosa akan menghubungi Anda dalam waktu maks 1x24 jam ke depan.
Chat Dokter
Klinik kulit dan kelamin terpercaya di Jakarta