Cara Mengatasi Nyeri Saat Kencing Terakhir dan Penyebabnya

cara mengatasi nyeri saat kencing terakhir 1_6_11zon

Klinik Apollo, Jakarta – Banyak cara yang penderita lakukan untuk mengatasi nyeri saat kencing terakhir, tetapi keluhan masih terus kembali kambuh dan bahkan semakin parah.

Ya, nyeri saat kencing terakhir, terutama ketika aliran urine hampir selesai, merupakan keluhan yang cukup umum. Kondisi ini biasanya terasa perih, panas, terbakar, atau nyeri di area saluran kencing.

Keluhan tersebut bisa terjadi karena iritasi ringan, tetapi juga bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih (ISK) atau peradangan pada uretra. Oleh karena itu, nyeri yang berulang atau disertai gejala lain sebaiknya tidak diabaikan.

Apa Arti Nyeri saat Kencing Terakhir?

Nyeri saat buang air kecil disebut disuria. Rasa sakit bisa muncul pada awal, sepanjang proses, atau justru semakin terasa ketika kencing hampir selesai.

Lokasi dan waktu munculnya nyeri, bisa memberikan petunjuk mengenai bagian saluran kemih yang mengalami masalah. Namun, pemeriksaan medis tetap perlu untuk memastikan penyebabnya.

Menurut European Association of Urology (EAU), disuria merupakan salah satu gejala yang dapat ditemukan pada infeksi saluran kemih maupun uretritis.

Penyebab Nyeri saat Kencing Terakhir

Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan nyeri ketika kencing hampir selesai, antara lain:

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih merupakan salah satu penyebab yang paling sering. Bakteri bisa menginfeksi uretra atau kandung kemih, sehingga menimbulkan rasa perih dan terbakar saat buang air kecil. Gejala lain yang bisa menyertai meliputi:

  • Sering ingin buang air kecil
  • Rasa ingin kencing secara tiba-tiba
  • Urine tampak keruh
  • Nyeri di perut bagian bawah
  • Urine bercampur darah
  • Urine berbau lebih menyengat

National Health Service (NHS), juga mencantumkan rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil sebagai gejala umum ISK.

2. Uretritis (Peradangan Uretra)

Uretritis adalah peradangan pada uretra, yaitu saluran yang membawa urine keluar dari tubuh. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi maupun faktor non-infeksi.

Pada sebagian kasus, uretritis berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS), termasuk klamidia, gonore, atau Mycoplasma genitalium. Gejalanya bisa berupa nyeri saat kencing, rasa gatal di sekitar lubang kencing, kemerahan, atau keluarnya cairan dari penis.

3. Iritasi pada Saluran Kencing

Penggunaan produk tertentu, gesekan, aktivitas seksual, atau iritasi lainnya bisa menyebabkan jaringan di sekitar uretra menjadi sensitif. Akibatnya, urine yang melewati saluran tersebut bisa menimbulkan rasa perih, terutama ketika kencing hampir selesai.

4. Peradangan Kandung Kemih

Peradangan pada kandung kemih atau sistitis, bisa menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil, sering kencing, dan rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah.

5. Masalah pada Prostat

Pada pria, keluhan nyeri ketika kencing bisa berkaitan dengan prostatitis atau masalah lain pada prostat. Kondisi ini bisa menyebabkan nyeri saat buang air kecil, sulit kencing, sering kencing, atau nyeri di area panggul.

Cara Mengatasi Nyeri saat Kencing Terakhir

Penanganan harus seusai dengan penyebabnya. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan sementara, antara lain:

  • Minum cukup air agar urine tidak terlalu pekat
  • Jangan menahan buang air kecil terlalu lama
  • Hindari produk yang bisa mengiritasi area genital
  • Jaga kebersihan area kelamin
  • Hindari aktivitas seksual sementara jika nyeri muncul bersamaan cairan dari penis atau vagina sampai penyebabnya diketahui
  • Jangan mengonsumsi antibiotik sembarangan tanpa pemeriksaan

Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, dokter bisa memberikan pengobatan yang sesuai berdasarkan kondisi dan hasil pemeriksaan. Antibiotik tidak selalu perlu untuk setiap keluhan nyeri saat kencing.

Kapan Nyeri saat Kencing Harus Periksa ke Dokter?

Penting untuk segera melakukan pemeriksaan medis, terutama jika nyeri saat kencing disertai dengan:

  • Tidak membaik atau semakin berat
  • Berulang kali muncul
  • Ada darah dalam urine
  • Nyeri pinggang atau punggung
  • Cairan atau nanah dari penis
  • Luka atau kelainan pada area genital
  • Muncul setelah hubungan seksual berisiko
  • Kesulitan atau tidak bisa buang air kecil

Demam, menggigil, nyeri pinggang, atau kondisi yang memburuk dapat mengarah pada infeksi saluran kemih yang lebih serius dan membutuhkan penanganan segera.

Pemeriksaan untuk Mengetahui Penyebab Nyeri saat Kencing

Dokter bisa melakukan pemeriksaan berdasarkan gejala dan riwayat kesehatan. Pemeriksaan bisa meliputi:

  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan urine
  • Kultur urine jika perlu
  • Pemeriksaan IMS jika terdapat faktor risiko
  • Pemeriksaan lebih lanjut setelah USG atau pemeriksaan saluran kemih pada kondisi tertentu

Pada dugaan uretritis, pemeriksaan bisa membantu mengidentifikasi penyebab infeksi sehingga pengobatan bisa diberikan secara lebih tepat.

Kesimpulan

Nyeri saat kencing terakhir bukanlah penyakit tertentu, melainkan sebuah gejala yang bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari ISK, uretritis, iritasi, batu saluran kemih, hingga masalah pada prostat.

Jika keluhan terus berulang, semakin sakit, atau disertai darah dalam urine, demam, nyeri pinggang, maupun cairan dari kelamin, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter berpengalaman seperti di Klinik Apollo Jakarta, untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

cara mengatasi nyeri saat kencing terakhir 2_1_11zon
Ilustrasi seorang wanita yang mengalami nyeri saat kencing terakhir

FAQ Seputar Cara Mengatasi Nyeri saat Kencing Terakhir

1. Apakah Nyeri saat Kencing Terakhir Selalu Tanda ISK?

Tidak selalu. ISK memang salah satu penyebab yang umum, tetapi nyeri saat kencing juga bisa disebabkan oleh uretritis, iritasi, batu saluran kemih, sistitis, atau masalah prostat.

2. Kenapa Kencing Terasa Sakit Menjelang Selesai?

Nyeri yang semakin terasa ketika urine hampir habis, bisa berkaitan dengan iritasi atau peradangan pada saluran kemih maupun kandung kemih. Penyebab pastinya perlu dinilai berdasarkan gejala lain yang menyertai.

3. Apakah Nyeri saat Kencing Bisa Sembuh Sendiri?

Keluhan ringan akibat iritasi tertentu bisa membaik setelah pemicunya dihindari. Namun, jika disebabkan infeksi atau kondisi lain yang membutuhkan pengobatan, keluhan bisa menetap atau semakin parah tanpa penanganan yang tepat.

4. Apakah Nyeri saat Kencing pada Pria Bisa Disebabkan IMS?

Bisa, uretritis yang berkaitan dengan IMS bisa menyebabkan nyeri atau rasa terbakar saat kencing, dan terkadang disertai cairan dari penis.

Baca Juga: Kencing Sakit Keluar Darah Sedikit: Penyebab & Bahayanya

Cek Cara Mengatasi Nyeri saat Kencing Terakhir di Klinik Apollo Jakarta

Banyak penderita yang sudah mencoba berbagai cara tetapi nyeri saat kencing terakhir terus kembali kambuh, tetapi jangan khawatir!

Dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap di Klinik Apollo Jakarta, Anda bisa mengatasi gejala tersebut dengan penanganan yang akurat.

Selain itu, kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]

Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.⇒ [WhatsApp Dokter]

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

| | |

Reservasi Online

Anda dapat melakukan Reservasi secara online, tim Klinik Sentosa akan menghubungi Anda dalam waktu maks 1x24 jam ke depan.
Chat Dokter
Klinik kulit dan kelamin terpercaya di Jakarta