Kencing Keluar Darah Apakah Bahaya? Ini Penjelasannya
Klinik Apollo, Jakarta – Kencing keluar darah apakah berbahaya? Kondisi ini disebut hematuria, yaitu adanya darah dalam urine. Warna urine bisa berubah menjadi merah muda, merah, atau kecokelatan.
Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi saluran kemih (ISK), batu saluran kemih, pembesaran prostat, hingga gangguan pada ginjal atau saluran kemih yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Meskipun tidak selalu menandakan penyakit serius, darah yang terlihat saat buang air kecil sebaiknya tidak Anda abaikan. Pemeriksaan perlu untuk mengetahui sumber perdarahan dan penyebab yang mendasarinya.
Daftar Isi
ToggleKencing Keluar Darah Apakah Bahaya?
Kencing keluar darah bisa menjadi tanda kondisi yang ringan maupun serius. Tingkat bahayanya bergantung pada penyebab, jumlah darah, gejala yang menyertai, dan kondisi kesehatan seseorang.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), darah dalam urine bisa terjadi akibat infeksi atau peradangan pada kandung kemih, ginjal, uretra, atau prostat, batu saluran kemih, trauma, aktivitas fisik berat, hingga kondisi yang lebih serius seperti kanker kandung kemih, ginjal, atau prostat.
Bahkan jika darah hanya muncul sekali dan tidak muncul rasa sakit, pemeriksaan tetap dokter anjurkan. National Health Service (NHS), juga menyarankan agar darah yang terlihat dalam urine diperiksakan, termasuk ketika baru pertama kali terjadi atau jumlahnya sedikit.
Apa Saja Penyebab Kencing Keluar Darah?
1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
ISK bisa menyebabkan peradangan pada saluran kemih, sehingga darah bercampur dengan urine. Biasanya gejala bisa berupa:
- Rasa perih atau terbakar saat buang air kecil
- Sering ingin buang air kecil
- Urine berbau lebih kuat atau tampak keruh
- Nyeri di perut bagian bawah
- Pada infeksi yang lebih berat, dapat muncul demam atau nyeri di pinggang
Pemeriksaan urine bisa membantu mendeteksi darah, sel darah putih, dan tanda infeksi.
2. Batu Ginjal atau Baru Saluran Kemih
Batu bisa melukai jaringan pada saluran kemih ketika bergerak, sehingga menyebabkan darah masuk ke dalam urine. Gejalanya berupa:
- Nyeri tajam di pinggang atau punggung
- Nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah atau selangkangan
- Nyeri saat buang air kecil
- Sering ingin buang air kecil
- Mual atau muntah
- Urine berwarna merah muda, merah, atau kecokelatan
Menurut NIDDK, darah dalam urine merupakan salah satu gejala batu ginjal yang perlu Anda perhatikan.
3. Gangguan atau Peradangan Prostat
Pada pria, masalah pada prostat juga bisa berkaitan dengan darah dalam urine. Pembesaran prostat jinak (BPH), prostatitis, maupun kondisi prostat lainnya bisa menimbulkan gangguan berkemih dan pada sebagian kasus berkaitan dengan hematuria.
Keluhan yang bisa muncul meliputi sulit memulai buang air kecil, pancaran urine melemah, sering buang air kecil, atau merasa kandung kemih belum kosong.
4. Gangguan pada Ginjal
Beberapa penyakit ginjal bisa menyebabkan sel darah merah masuk ke dalam urine. Pada kondisi tertentu, hematuria bisa muncul dengan urine berbusa, pembengkakan pada tubuh, atau tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, darah dalam urine yang berulang perlu Anda periksakan, terutama jika disertai keluhan lain.
5. Cedera atau Aktivitas Fisik Berat
Trauma pada saluran kemih atau aktivitas fisik yang sangat berat, juga bisa menyebabkan hematuria. NIDDK mencantumkan olahraga berat dan trauma sebagai beberapa kemungkinan penyebab darah dalam urine.
6. Kanker pada Saluran Kemih
Walaupun tidak semua kasus hematuria terjadi akibat kanker, darah dalam urine bisa menjadi salah satu tanda kanker pada kandung kemih, ginjal, atau prostat. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa darah yang terlihat dalam urine sebaiknya tidak dianggap sepele.
Ciri Kencing Berdarah yang Perlu Anda Waspadai
Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter berpengalaman seperti di Klinik Apollo Jakarta, terutama jika:
- Darah berwarna merah pekat atau urine berwarna cokelat
- Gumpalan darah dalam urine
- Sulit atau tidak bisa buang air kecil
- Nyeri hebat di pinggang, perut, atau selangkangan
- Demam dan menggigil
- Mual atau muntah
- Darah terus muncul atau berulang
- Penurunan kondisi tubuh yang tidak jelas penyebabnya
Gumpalan darah juga bisa menghambat aliran urine, dan menyebabkan nyeri atau kesulitan buang air kecil.
Bagaimana Dokter Mengetahui Penyebab Kencing Berdarah?
Dokter biasanya akan menanyakan riwayat keluhan dan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan urine, menjadi salah satu pemeriksaan awal untuk memastikan keberadaan darah sekaligus mencari tanda infeksi atau kelainan lainnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan, seperti:
- Tes urine atau urinalisis
- Tes darah
- USG saluran kemih
- CT scan atau pemeriksaan pencitraan lainnya
- Sistoskopi
Pemeriksaan tidak selalu sama pada setiap pasien, karena dokter akan menyesuaikannya dengan usia, jenis kelamin, gejala, riwayat penyakit, serta hasil pemeriksaan awal.
Cara Mengatasi Kencing Keluar Darah
Penanganan hematuria harus sesuai dengan penyebabnya. Tidak ada satu obat yang bisa Anda gunakan untuk semua kasus kencing berdarah. Contohnya:
1. Jika terjadi akibat infeksi, dokter dapat memberikan pengobatan sesuai penyebab infeksi.
2. Jika berkaitan dengan batu saluran kemih, penanganan harus sesuai dengan ukuran, lokasi, dan kondisi batu.
3. Jika berkaitan dengan prostat, dokter akan menentukan penanganan berdasarkan jenis gangguan prostat.
4. Jika ditemukan penyakit ginjal atau kondisi lain, pengobatan ditujukan pada penyakit yang mendasarinya.
Oleh karena itu, hindari mengonsumsi antibiotik atau obat tertentu secara sembarangan hanya untuk menghentikan darah dalam urine tanpa mengetahui penyebabnya.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Kencing berdarah sebaiknya Anda periksakan meskipun darah hanya terlihat sedikit atau terjadi satu kali. Pemeriksaan lebih penting dilakukan jika keluhan berulang atau muncul bersamaan dengan rasa nyeri, demam, gangguan aliran urine, atau gumpalan darah.
Semakin cepat penyebab diketahui, semakin cepat pula dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai. Jangan menunggu sampai keluhan semakin berat, untuk mencari pertolongan medis.
Kesimpulan
Kencing keluar darah tidak selalu berarti penyakit berbahaya, tetapi kondisi ini tetap perlu Anda periksakan. Hematuria bisa terjadi akibat ISK, batu saluran kemih, gangguan prostat, penyakit ginjal, cedera, maupun kondisi yang lebih serius.
Jika Anda mengalami urine berwarna merah, merah muda, atau kecokelatan tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya secara tepat.

FAQ Seputar Kencing Keluar Darah
1. Kencing Keluar Darah Apakah Selalu Berbahaya?
Tidak selalu. Darah dalam urine bisa disebabkan kondisi seperti ISK atau batu saluran kemih, tetapi juga bisa berkaitan dengan penyakit yang lebih serius. Oleh karena itu, penyebabnya perlu dipastikan melalui pemeriksaan.
2. Apakah Kencing Berdarah Tanpa Rasa Sakit Berbahaya?
Darah dalam urine tanpa rasa sakit tetap perlu diperiksa. Hematuria tidak selalu menimbulkan nyeri, termasuk pada beberapa kondisi yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
3. Apakah ISK Bisa Menyebabkan Kencing Berdarah?
Bisa. Infeksi atau peradangan pada saluran kemih, bisa menyebabkan darah muncul dalam urine, biasanya disertai keluhan seperti nyeri saat buang air kecil dan sering kencing.
4. Apakah Batu Ginjal Bisa Menyebabkan Urine Berdarah?
Bisa. Batu ginjal atau batu saluran kemih bisa menyebabkan urine berwarna merah muda, merah, atau kecokelatan, terutama ketika batu mengiritasi saluran kemih.
5. Kapan Kencing Berdarah Harus Segera Penderita Periksakan?
Segera cari pertolongan medis jika darah cukup banyak, terdapat gumpalan darah, sulit atau tidak bisa buang air kecil, atau keluhan disertai nyeri hebat, demam, menggigil, mual, atau muntah.
Baca Juga: Kencing Keluar Gumpalan Darah pada Wanita, Berbahayakah?
Cek Penyebab Kencing Keluar Darah dengan Pemeriksaan di Klinik Apollo Jakarta
Kencing keluar darah, bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang memerlukan penanganan medis yang tepat.
Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.
Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh, dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap.
Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.⇒ [WhatsApp Dokter]
Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Artikel Terbaru
- Kencing Keluar Darah Apakah Bahaya? Ini Penjelasannya September 11, 2026
- Kencing Keluar Gumpalan Darah pada Wanita, Berbahayakah? September 10, 2026
- Keluar Darah Setelah Buang Air Kecil? Ini Penyebabnya September 9, 2026
- Keluar Darah Saat Kencing Tapi Bukan Haid, Bahayakah? September 8, 2026
- Gatal Bernanah di Kemaluan Laki-Laki? Kenali Penyebabnya September 7, 2026
Alamat Klinik Apollo
Jl. Pangeran Jayakarta No.115, RT.9/RW.7, Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730
Email: info@klinikapollojakarta.com
Phone: 0821-1099-9870
Whatsapp: 0821-1099-9870
Office Hours:
Senin s/d Minggu
Pukul: 09.00-19.00 WIB





