Saluran Kencing Gatal dan Keluar Cairan: Apa Penyebabnya?

Saluran kencing gatal dan keluar cairan 1_1_11zon

Klinik Apollo, Jakarta – Saluran kencing gatal dan keluar cairan merupakan keluhan yang sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika disertai rasa perih atau terbakar saat buang air kecil. Kondisi ini bisa terjadi akibat peradangan pada uretra atau uretritis.

Cairan yang keluar dari saluran kencing, juga bisa memiliki warna dan konsistensi yang berbeda, mulai dari bening, putih, kekuningan, hingga menyerupai nanah. Penyebabnya tidak selalu sama, sehingga pemeriksaan medis perlu untuk mengetahui sumber masalah secara tepat.

Apa Arti Saluran Kencing Gatal dan Keluar Cairan?

Saluran kencing gatal dan keluar cairan, dapat menunjukkan adanya iritasi atau peradangan pada uretra. Uretra merupakan saluran yang membawa urine keluar dari tubuh.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), uretritis bisa menimbulkan gejala berupa rasa gatal pada uretra, nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil, serta keluarnya cairan yang bisa berupa lendir, cairan mukopurulen, atau nanah.

Pada sebagian orang, uretritis bahkan bisa terjadi tanpa gejala yang jelas. Oleh karena itu, tidak adanya nyeri atau gejala lain, tidak selalu berarti tidak terdapat infeksi.

Penyebab Saluran Kencing Gatal dan Keluar Cairan

Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan saluran kencing gatal dan keluar cairan, antara lain:

1. Gonore

Gonore adalah infeksi menular seksual, yang terjadi akibat infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae yang bisa menyebabkan uretritis. Kondisi ini bisa menyebabkan:

  • Keluar cairan dari penis atau saluran kencing
  • Cairan bisa terlihat putih, kuning, atau kehijauan
  • Rasa perih atau terbakar ketika buang air kecil
  • Ujung penis terasa gatal atau mengalami iritasi
  • Frekuensi buang air kecil bisa meningkat pada sebagian orang

Keluhan akibat gonore tidak selalu memiliki pola yang sama pada setiap orang. Oleh karena itu, warna cairan saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami gonore.

2. Klamidia

Klamidia terjadi akibat bakteri Chlamydia trachomatis dan bisa menyebabkan uretritis. Kondisi ini bisa menyebabkan:

  • Rasa gatal atau tidak nyaman di saluran kencing
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Keluar cairan dari penis
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada area genital

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bakteri penyebab klamidia merupakan salah satu penyebab utama uretritis non-gonokokal. Klamidia juga bisa tidak menimbulkan gejala, sehingga seseorang bisa menularkan infeksi tanpa menyadarinya.

3. Uretritis Non-Gonokokal

Uretritis tidak selalu disebabkan oleh gonore. Kondisi peradangan uretra yang bukan akibat Neisseria gonorrhoeae disebut uretritis non-gonokokal (NGU).

Selain klamidia, CDC menyebut Mycoplasma genitalium sebagai salah satu penyebab NGU. Penyebab lain juga bisa mencakup beberapa bakteri, virus herpes simpleks, dan adenovirus. Karena penyebabnya beragam, pengobatan sebaiknya disesuaikan dengan hasil pemeriksaan.

4. Infeksi Menular Seksual Lainnya

Beberapa infeksi menular seksual lainnya, juga bisa menyebabkan iritasi atau lepuhan di sekitar saluran kencing.

Risiko bisa meningkat setelah melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan pasangan yang memiliki infeksi menular seksual, terutama jika status infeksinya tidak diketahui. Karena beberapa IMS bisa memiliki gejala yang mirip, pemeriksaan bisa membantu menentukan penyebabnya.

5. Iritasi atau Cedera pada Uretra

Tidak semua keluhan gatal dan keluar cairan berasal dari IMS. Uretra juga bisa mengalami iritasi atau peradangan akibat faktor non-infeksi. Contohnya:

  • Penggunaan kateter
  • Gesekan atau trauma pada area genital
  • Paparan bahan tertentu yang menyebabkan iritasi
  • Aktivitas yang menyebabkan cedera pada saluran kencing

National Health Service (NHS) menjelaskan bahwa uretritis juga bisa disebabkan oleh kerusakan atau iritasi pada uretra, meskipun infeksi menular seksual merupakan penyebab yang umum.

Gejala yang Sering Menyertai

Selain saluran kencing terasa gatal dan keluar cairan, beberapa gejala lain yang perlu diperhatikan, meliputi:

  • Perih atau terbakar saat buang air kecil
  • Ujung penis terasa sakit atau iritasi
  • Cairan keluar dari lubang penis
  • Penis terasa tidak nyaman
  • Urine terlihat lebih keruh
  • Nyeri pada area testis
  • Nyeri setelah atau saat berhubungan seksual

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala uretritis bisa berupa keluarnya cairan dari uretra, iritasi, nyeri saat buang air kecil, serta rasa gatal pada lubang uretra.

Apakah Saluran Kencing Gatal dan Keluar Cairan Berbahaya?

Keluhan ini tidak selalu berarti kondisi yang berbahaya, tetapi tetap perlu diperiksa, terutama jika berlangsung berulang atau muncul setelah aktivitas seksual berisiko.

Uretritis yang disebabkan oleh infeksi, dapat menyebar atau menimbulkan komplikasi apabila tidak tertangani dengan tepat. NHS mencatat bahwa uretritis bisa berkaitan dengan komplikasi seperti epididimitis, yaitu peradangan pada saluran di sekitar testis.

Selain itu, jika penyebabnya merupakan IMS, infeksi juga bisa menular kepada pasangan meskipun gejalanya ringan atau tidak terlihat.

Bagaimana Cara Mengetahui Penyebabnya?

Dokter bisa melakukan pemeriksaan berdasarkan keluhan, riwayat seksual, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan laboratorium jika perlu. Berikut beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan, antara lain:

  • Pemeriksaan urine
  • Pemeriksaan sampel cairan dari uretra
  • Tes untuk gonore dan klamidia
  • Pemeriksaan IMS lain sesuai faktor risiko dan gejala

CDC merekomendasikan pemeriksaan NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) untuk mendeteksi gonore dan klamidia pada pria dengan dugaan uretritis. Urine juga bisa digunakan sebagai spesimen pemeriksaan.

Pemeriksaan penting Anda lakukan, karena gejala yang serupa bisa disebabkan oleh berbagai kondisi.

Cara Mengatasi Saluran Kencing Gatal dan Keluar Cairan

Penanganan harus sesuai dengan penyebabnya. Jika keluhan terjadi akibat infeksi bakteri tertentu, dokter bisa memberikan antibiotik yang sesuai berdasarkan diagnosis dan kondisi pasien.

Jangan mengonsumsi antibiotik secara sembarangan, karena obat yang tidak sesuai bisa membuat pengobatan tidak efektif dan meningkatkan risiko resistensi antibiotik.

Jika penyebabnya merupakan infeksi menular seksual, pasangan seksual juga mungkin perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan. Selama proses pengobatan, hindari hubungan seksual sampai dokter menyatakan kondisi sudah aman.

NHS juga menyarankan penderita uretritis untuk menghindari hubungan seksual, termasuk seks oral, sampai pengobatan selesai dan gejala telah menghilang.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter berpengalaman, seperti di Klinik Apollo Jakarta, terutama jika:

  • Cairan terus keluar dari saluran kencing
  • Gatal atau perih semakin berat
  • Buang air kecil terasa terbakar
  • Cairan terlihat seperti nanah
  • Muncul luka atau kemerahan pada penis
  • Testis terasa nyeri atau bengkak
  • Keluhan muncul setelah hubungan seksual tanpa kondom
  • Gejala tidak membaik atau kembali muncul setelah pengobatan

Semakin cepat penyebab Anda ketahui, semakin mudah dokter menentukan pengobatan yang sesuai dengan Anda.

Saluran kencing gatal dan keluar cairan 2_2_11zon
Ilustrasi seorang pria yang mengalami saluran kencing gatal dan keluar cairan

FAQ Seputar Saluran Kencing Gatal dan Keluar Cairan

1. Apakah Saluran Kencing Gatal dan Keluar Cairan Pasti Gonore?

Tidak. Gonore memang bisa menyebabkan keluhan tersebut, tetapi klamidia, Mycoplasma genitalium, penyebab uretritis lainnya, maupun iritasi uretra juga bisa menimbulkannya. Pemeriksaan perlu untuk mengetahui penyebabnya.

2. Apa Warna Cairan yang Keluar Jika Terkena IMS?

Cairan bisa berwarna putih, kekuningan, kehijauan, bening, atau memiliki konsistensi berbeda. Warna cairan saja tidak cukup untuk memastikan jenis infeksinya.

3. Apakah Saluran Kencing Gatal Bisa Sembuh Sendiri?

Tergantung penyebabnya. Jika terjadi akibat iritasi ringan, keluhan bisa membaik setelah pemicunya dihindari. Namun, jika terjadi akibat infeksi, terutama IMS, pemeriksaan san pengobatan yang sesuai diperlukan.

4. Apakah Boleh Berhubungan Seksual saat Keluar Cairan dari Saluran Kencing?

Sebaiknya hindari hubungan seksual sampai penyebabnya diketahui dan, jika terbukti infeksi, pengobatan telah sesuai anjuran dokter. Hal ini penting untuk mengurangi risiko penularan dan infeksi berulang.

5. Apakah Pasangan Juga Perlu Pemeriksaan?

Jika keluhan terjadi akibat IMS, pasangan seksual bisa memerlukan pemeriksaan dan pengobatan. Penanganan pasangan penting untuk membantu mencegah penularan kembali.

Baca Juga: Kencing Keluar Darah Apakah Bahaya? Ini Penjelasannya

Cek Penyebab Saluran Kencing dan Keluar Cairan di Klinik Apollo Jakarta

Mengenali penyebab saluran kencing dan keluar cairan abnormal, dapat membantu penderita untuk mengambil langkah penanganan yang tepat.

Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.

Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda, dengan fasilitas dan juga peralatan medis yang lengkap.

Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]

Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.⇒ [WhatsApp Dokter]

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

| | |

Reservasi Online

Anda dapat melakukan Reservasi secara online, tim Klinik Sentosa akan menghubungi Anda dalam waktu maks 1x24 jam ke depan.
Chat Dokter
Klinik kulit dan kelamin terpercaya di Jakarta