Susah Buang Air Kecil? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Klinik Apollo, Jakarta – Susah buang air kecil bukan hanya membuat tidak nyaman, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saluran kemih. Keluhan ini bisa berupa sulit memulai aliran urine, pancaran urine lemah atau terputus-putus, harus mengejan saat buang air kecil, hingga merasa kandung kemih belum benar-benar kosong.
Dalam dunia medis, kesulitan mengosongkan kandung kemih bisa berkaitan dengan retensi urine. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba atau berkembang secara perlahan. Penyebabnya pun beragam, sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya.
Daftar Isi
ToggleApa Arti Susah Buang Air Kecil?
Susah berkemih adalah kondisi ketika seseorang mengalami hambatan atau kesulitan saat mengeluarkan urine dari kandung kemih. Berikut beberapa keluhan yang bisa muncul, antara lain:
- Sulit memulai aliran urine
- Pancaran urine terasa lemah
- Aliran urine berhenti dan kembali mengalur
- Harus mengejan agar urine keluar
- Buang air kecil dalam jumlah sedikit
- Merasa belum tuntas setelah buang air kecil
- Sering ingin buang air kecil, tetapi urine yang keluar sedikit
- Rasa ingin buang air kecil sangat kuat tetapi sulit mengeluarkannya
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), kesulitan memulai aliran urine, aliran yang lambat, dan perasaan kandung kemih belum kosong termasuk gejala yang bisa ditemukan pada retensi urine.
Penyebab Susah Buang Air Kecil
Susah buang air kecil bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari infeksi hingga penyumbatan saluran urine.
1. Pembesaran Prostat
Pada pria, terutama usia lanjut, benign prostatic hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak, bisa menekan uretra sehingga aliran urine menjadi lebih sulit.
Gejalanya bisa berupa pancaran urine lemah, sulit memulai kencing, aliran terputus-putus, sering kencing terutama malam hari, dan merasa urine belum tuntas. BPH juga bisa meningkatkan risiko retensi urine.
2. Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) bisa menyebabkan peradangan pada saluran kemih, sehingga buang air kecil terasa perih atau sulit.
Keluhan lainnya meliputi sering ingin kencing, urine keruh atau berbau lebih kuat, nyeri perut bagian bawah, dan terkadang demam.
3. Prostatitis
Prostatitis merupakan peradangan pada kelenjar prostat, yang bisa mengganggu aliran urine. Kondisi ini bisa menyebabkan sulit memulai kencing, pancaran urine lemah, sering kencing, dan nyeri saat buang air kecil.
Pada prostatitis bakteri akut, gejala bisa disertai demam, menggigil, serta nyeri di area genital, selangkangan, atau perut bagian bawah.
4. Penyempitan Urine
Urethral stricture atau penyempitan uretra, terjadi ketika saluran urine menyempit akibat jaringan parut atau peradangan. Kondisi ini bisa membuat pancaran urine melemah, terputus, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar.
5. Batu Saluran Kemih
Batu pada saluran kemih bisa menghambat aliran urine. Selain menyebabkan sulit kencing, batu juga bisa menimbulkan nyeri pinggang, nyeri hebat, mual, atau darah dalam urine.
Ciri-Ciri Susah BAK yang Perlu Anda Perhatikan
Seseorang perlu memperhatikan perubahan pola buang air kecil, terutama jika keluhan berlangsung berulang. Berikut beberapa tanda yang perlu Anda perhatikan:
- Urine sulit keluar meski sudah merasa ingin buang air kecil
- Harus mengejan untuk mengeluarkan urine
- Pancaran urine semakin kecil atau lemah
- Aliran urine terputus-putus
- Buang air kecil membutuhkan waktu lebih lama
- Sering buang air kecil tetapi hanya sedikit
- Merasa kandung kemih belum kosong
- Urine menetes setelah selesai buang air kecil
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
- Terdapat darah dalam urine
Keluhan yang menetap sebaiknya tidak diabaikan, karena bisa menandakan adanya penyumbatan atau gangguan fungsi kandung kemih.
Apakah Susah BAK Bisa Berbahaya?
Bisa berbahaya, jika penyebabnya tidak tertangani. Tingkat bahayanya bergantung pada penyebab dan seberapa berat hambatan aliran urine.
Retensi urine yang tidak tertangani bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, kerusakan kandung kemih, hingga gangguan pada ginjal. Pada kondisi tertentu, urine bisa kembali menuju ginjal dan menyebabkan kerusakan jika berlangsung berat atau lama.
Oleh sebab itu, kesulitan buang air kecil yang terus berulang sebaiknya diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Kebiasaan yang Bisa Bantu Jaga Kesehatan Saluran Kemih
Terdapat beberapa kebiasaan yang bisa membantu menjaga kesehatan saluran kemih, dan menurunkan risiko gangguan berkemih, antara lain:
- Jangan terbiasa menahan buang air kecil
- Minum cairan yang cukup sesuai kebutuhan tubuh
- Jaga kebersihan area genital
- Atasi sembelit
- Lakukan aktivitas fisik secara teratur
- Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter
- Perhatikan perubahan pola buang air kecil
- Periksakan keluhan yang menetap atau berulang
NIDDK menyarankan untuk tidak terus-menerus menahan urine, karena kebiasaan tersebut bisa memengaruhi otot kandung kemih dan meningkatkan risiko masalah saluran kemih.
Kesimpulan
Susah berkemih bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti infeksi saluran kemih, pembesaran prostat, prostatitis, penyempitan uretra, batu saluran kemih, gangguan saraf, efek obat, hingga masalah pada kandung kemih.
Jika keluhan hanya berlangsung sesekali dan ringan, tetap perhatikan perkembangannya. Namun, apabila kesulitan buang air kecil berulang, semakin berat, atau disertai nyeri, demam, darah dalam urine, maupun tidak bisa buang air kecil sama sekali, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan, untuk membantu mengetahui penyebab gangguan saat BAK serta menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

FAQ Seputar Susah Buang Air Kecil
1. Apakah Susah Buang Air Kecil Bisa Sembuh?
Bisa, tergantung penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi, obat tertentu, pembesaran prostat, penyempitan uretra, atau kondisi lainnya, penanganan diarahkan pada penyebab tersebut.
2. Kenapa Ingin Kencing Tetapi Sulit Keluar?
Keinginan buang air kecil tetapi urine keluar, bisa terjadi karena adanya hambatan pada saluran urine, gangguan kontraksi kandung kemih, infeksi, pembesaran prostat, atau gangguan saraf.
3. Apakah Susah Kencing Selalu Berarti Prostat Bermasalah?
Tidak. Pembesaran prostat merupakan salah satu penyebab, terutama pada pria yang lebih tua, tetapi kesulitan buang air kecil juga bisa disebabkan oleh infeksi batu, penyempitan uretra, gangguan kandung kemih, obat-obatan, atau kondisi lainnya.
Baca Juga: Awas, Inilah 5 Akibat Menahan Kencing Terlalu Lama
Cek Penyebab Susah Buang Air Kecil dengan Pemeriksaan di Klinik Apollo Jakarta
Susah kencing atau buang air kecil, bisa terjadi karena berbagai kondisi medis. Namun, jangan cemas! Anda bisa bertanya dan berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.
Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh, dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap.
Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.⇒ [WhatsApp Dokter]
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Artikel Terbaru
- Susah Buang Air Kecil? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Agustus 18, 2026
- Waspada! Kencing Berdarah Tapi Tidak Sakit Ini Bahayanya Agustus 17, 2026
- Awas, Inilah 5 Akibat Menahan Kencing Terlalu Lama Agustus 15, 2026
- Kencing Sakit Keluar Cairan Putih: Penyebab dan Solusinya Agustus 14, 2026
- Kencing Sakit: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Agustus 13, 2026
Alamat Klinik Apollo
Jl. Pangeran Jayakarta No.115, RT.9/RW.7, Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730
Email: info@klinikapollojakarta.com
Phone: 0821-1099-9870
Whatsapp: 0821-1099-9870
Office Hours:
Senin s/d Minggu
Pukul: 09.00-19.00 WIB





