Kenali Penyebab Benjolan Nanah di Kelamin & Solusinya

Benjolan nanah di kelamin 1 _3_11zon

Klinik Apollo, Jakarta – Benjolan nanah di kelamin bisa membuat khawatir, terutama jika disertai nyeri, kemerahan, bengkak, atau keluar cairan. Kondisi ini tidak selalu terjadi akibat infeksi menular seksual (IMS), karena benjolan bernanah juga bisa muncul akibat infeksi bakteri pada kulit, folikel rambut, kista yang terinfeksi, atau abses.

Meski begitu, benjolan atau luka pada area kelamin tetap perlu diperiksa, terutama jika muncul setelah kontak seksual berisiko atau disertai gejala lain seperti luka, lepuhan, keputihan atau cairan dari penis, dan nyeri saat buang air kecil.

Apa Itu Benjolan Nanah di Kelamin?

Benjolan nanah biasanya berupa pembengkakan yang terasa nyeri, dan dapat berisi cairan kental berwarna putih, kuning, atau kehijauan. Kulit di sekitarnya bisa terasa hangat, kemerahan, dan membengkak.

Menurut National Health Service (NHS), abses kulit merupakan benjolan berisi nanah yang umumnya terasa nyeri dan hangat. Abses bisa terjadi ketika bakteri masuk melalui luka kecil pada kulit atau folikel rambut, sehingga memicu infeksi dan penumpukan nanah.

Pada area kelamin, benjolan seperti ini bisa muncul di penis, skrotum, selangkangan, vulva, atau sekitar vagina.

Penyebab Benjolan Nanah di Kelamin

Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan benjolan bernanah di sekitar kelamin, antara lain:

1. Bisul atau Abses Kulit

Bisul atau abses merupakan infeksi pada kulit yang menyebabkan benjolan keras, nyeri, dan berisi nanah. Kondisi ini bisa terjadi ketika bakteri masuk melalui folikel rambut atau luka kecil pada kulit. Abses yang besar terkadang memerlukan tindakan medis untuk mengeluarkan nanah.

2. Kista yang Terinfeksi

Kista merupakan benjolan di bawah kulit, yang bisa berisi cairan atau material tertentu. Jika mengalami infeksi, kista bisa menjadi merah, bengkak, nyeri, dan mengeluarkan nanah. Kondisi ini bisa muncul di sekitar skrotum maupun vagina.

3. Folikulitis

Folikulitis adalah peradangan atau infeksi pada folikel rambut, yang dapat terlihat seperti jerawat atau benjolan kecil berisi nanah. Kondisi ini bisa terjadi akibat mencukur rambut kemaluan, gesekan, atau iritasi kulit.

4. Kista atau Abses Bartholin

Pada wanita, benjolan di salah satu sisi dekat lubang vagina bisa terjadi akibat kista atau abses bartholin. Jika terinfeksi, benjolan dapat terasa sangat nyeri, bengkak, kemerahan, dan mengeluarkan nanah.

5. Infeksi Menular Seksual

Beberapa infeksi menular seksual juga bisa menyebabkan luka, lepuhan, atau kelainan pada kulit kelamin. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa luka genital bisa disebabkan oleh herpes, sifilis, atau kondisi lainnya. Karena bentuknya bisa menyerupai penyakit kulit biasa, pemeriksaan perlu untuk memastikan penyebabnya.

Gejala yang Perlu Anda Waspadai

Berikut adalah beberapa gejala benjolan di kelamin yang tidak boleh Anda abaikan, antara lain:

  • Nanah semakin banyak atau berbau
  • Benjolan semakin besar
  • Nyeri semakin berat
  • Kulit di sekitar benjolan merah, panas, atau membengkak
  • Demam dan menggigil
  • Muncul luka, lepuhan, atau sariawan pada kelamin
  • Keluar cairan dari penis atau vagina
  • Nyeri atau rasa terbakar ketika buang air kecil
  • Benjolan muncul berulang kali
  • Benjolan tidak membaik atau menetap lebih dari sekitar dua minggu

National Health Service (NHS) menyarankan pemeriksaan medis jika benjolan semakin besar, terasa nyeri atau panas, atau tidak kunjung hilang.

Bagaimana Cara Mengatasi Benjolan Nanah di Kelamin?

Pengobatan harus sesuai dengan penyebabnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan langsung dan, bila perlu, mengambil sampel cairan atau melakukan pemeriksaan lain untuk mengetahui penyebab infeksi. Berikut beberapa penanganan yang mungkin dilakukan, antara lain:

1. Kompres Hangat – Pada bisul kecil, kompres hangat bisa membantu meredakan rasa tidak nyaman dan mendukung proses drainase alami.

2. Drainase Abses – Abses yang berisi banyak nanah terkadang perlu dibuka dan dikeringkan oleh tenaga medis. Jangan mencoba menusuk atau memecahkan benjolan sendiri karena bisa memperburuk infeksi.

3. Obat Antibiotik – Antibiotik bisa diberikan jika dokter menilai terdapat infeksi bakteri yang memerlukannya. Jenis obat dan lama pengobatan harus sesuai dengan kondisi pasien.

4. Pengobatan Khusus IMS – Jika penyebabnya adalah IMS, pengobatan harus ditujukan pada jenis infeksi yang ditemukan. Pasangan seksual juga mungkin perlu pemeriksaan atau mendapatkan pengobatan agar tidak terjadi penularan berulang.

5. Perawatan Kista atau Abses Bartholin – Kista bartholin yang terinfeksi, bisa membutuhkan tindakan untuk mengeluarkan nanah, terutama jika abses berukuran besar atau menimbulkan nyeri berat.

Hindari Memencet Benjolan Nanah di Kelamin

Memencet, menusuk, atau memecahkan benjolan sendiri bukan cara yang aman. Tindakan tersebut bisa menyebabkan luka semakin terbuka, memperluas infeksi, atau membuat bakteri menyebar ke jaringan di sekitarnya.

Hindari pula menggunakan antibiotik atau salep secara sembarangan, sebelum mengetahui penyebab benjolan. Benjolan akibat abses kulit tentu memerlukan penanganan yang berbeda dengan kelainan yang berkaitan dengan IMS.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera periksakan benjolan nanah di kelamin jika benjolan terasa sangat sakit, membesar dengan cepat, kulit di sekitarnya panas dan merah, keluar banyak nanah, atau disertai demam.

Pemeriksaan juga penting jika benjolan muncul setelah hubungan seksual tanpa kondom atau disertai gejala lain yang mengarah pada IMS. Bebrapa IMS bsa tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga pemeriksaan menjadi penting untuk memastikan diagnosis.

Berdasarkan pengalaman tim medis Klinik Apollo Jakarta, pemeriksaan sejak awal bisa membantu mengetahui penyebab benjolan sehingga penanganan bisa diberikan sesuai kondisi dan tidak sekadar menghilangkan gejalanya.

Kesimpulan

Benjolan nanah di kelamin bisa terjadi oleh berbagai kondisi, mulai dari bisul, abses kulit, folikulitis, dan kista yang terinfeksi hingga kondisi tertentu yang berkaitan dengan infeksi menular seksual lainnya.

Jangan memencet atau menusuk benjolan sendiri. Jika benjolan semakin besar, terasa nyeri, mengeluarkan nanah, muncul berulang, atau disertai gejala lain pada kelamin, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Benjolan nanah di kelamin 2 _4_11zon
Ilustrasi seorang pria yang mengalami benjolan nanah di kelamin

FAQ Seputar Benjolan Nanah di Kelamin

1. Apakah Benjolan Nanah di Kelamin Pasti IMS?

Tidak. Benjolan bernanah bisa terjadi karena abses, bisul, folikulitis, atau kista yang mengalami infeksi. Namun, beberapa IMS juga bisa menyebabkan kelainan pada kulit atau luka di area genital, sehingga pemeriksaan perlu untuk membedakannya.

2. Apakah Benjolan Nanah di Kelamin Boleh Dipencet?

Sebaiknya tidak. Memencet atau menusuk benjolan bisa memperparah peradangan dan meningkatkan risiko penyebaran infeksi.

3. Apakah Benjolan Nanah Bisa Sembuh Sendiri?

Bisul kecil tertentu bisa membaik dengan perawatan sederhana. Namun, abses yang besar atau semakin nyeri dapat membutuhkan tindakan medis untuk mengeluarkan nanah dan pengobatan sesuai penyebabnya.

4. Kapan Benjolan Nanah Harus Diperiksa?

Segera periksa jika benjolan membesar, sangat nyeri, terasa panas, kemerahan menyebar, mengeluarkan banyak nanah, disertai demam, atau tidak kunjung membaik.

5. Apakah Benjolan di Kelamin Perlu Tes IMS?

Jika benjolan muncul setelah hubungan seksual berisiko atau disertai luka, lepuhan, cairan dari penis atau vagina, maupun nyeri saat buang air kecil, dokter bisa mempertimbangkan pemeriksaan IMS untuk mencari penyebabnya.

Baca Juga: Penis Sakit Saat Mengeluarkan Sperma, Apa Penyebabnya?

Mengenal Penyebab Benjolan Nanah di Kelamin dengan Dokter Klinik Apollo Jakarta

Benjolan nanah di kelamin, bisa menjadi tanda dari beberapa kondisi medis yang mungkin memerlukan penanganan medis yang tepat.

Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.

Dokter terbaik kami, bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap.

Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]

Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.⇒ [WhatsApp Dokter]

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami, dan dapatkan perawatan yang tepat.

| | |

Reservasi Online

Anda dapat melakukan Reservasi secara online, tim Klinik Sentosa akan menghubungi Anda dalam waktu maks 1x24 jam ke depan.
Chat Dokter
Klinik kulit dan kelamin terpercaya di Jakarta