Penis Sakit Saat Ereksi dan Berhubungan? Kenali Penyebabnya

penis sakit saat ereksi 1_1_11zon

Klinik Apollo, Jakarta – Penis sakit saat ereksi dan berhubungan, tentu bisa mengganggu aktivitas seksual dan menimbulkan kekhawatiran. Rasa sakit bisa muncul pada batang penis, kepala penis, atau bagian tertentu saat penis mulai ereksi maupun ketika terjadi penetrasi.

Keluhan ini tidak selalu berarti kondisi serius, tetapi nyeri yang berulang atau semakin berat perlu diperiksa. Beberapa penyebabnya bisa berkaitan dengan peradangan, infeksi menular seksual (IMS), cedera, hingga perubahan jaringan pada penis.

Penyebab Penis Sakit saat Ereksi dan Berhubungan

Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan penis terasa sakit ketika ereksi atau saat berhubungan seksual, antara lain:

1. Penyakit Peyronie

Penyakit peyronie terjadi ketika jaringan parut atau plak terbentuk pada jaringan penis. Kondisi ini bisa menyebabkan penis melengkung ketika ereksi, muncul benjolan atau bagian yang terasa keras, serta menimbulkan nyeri.

Menurut National Health Service (NHS), ereksi yang terasa sakit dan penis yang melengkung bisa menjadi tanda penyakit peyronie. Kondisi tersebut juga bisa membuat hubungan seksual menjadi sulit atau terasa nyeri.

2. Balanitis atau Peradangan Kepala Penis

Balanitis merupakan peradangan pada kepala penis, yang bisa menyebabkan nyeri, kemerahan, bengkak, gatal, atau iritasi. Penyebabnya beragam, termasuk infeksi jamur, bakteri, iritasi bahan kimia, dan beberapa infeksi menular seksual.

3. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Beberapa IMS, seperti gonore dan klamidia, bisa menyebabkan peradangan pada saluran kencing atau jaringan di sekitar penis. Gejala yang menyertai bisa berupa:

  • Penis terasa sakit atau perih
  • Sakit saat buang air kecil
  • Keluar cairan dari penis
  • Ujung penis kemerahan atau iritasi
  • Nyeri ketika berhubungan seksual

Karena beberapa IMS bisa tidak menimbulkan gejala yang jelas, pemeriksaan medis perlu jika terdapat riwayat hubungan seksual berisiko atau keluhan yang mencurigakan.

4. Cedera pada Penis

Gesekan berlebihan, aktivitas seksual yang terlalu kuat, atau penis yang menekuk secara tiba-tiba saat ereksi, bisa menyebabkan cedera. Cedera ringan bisa menimbulkan nyeri ketika ereksi atau berhubungan.

Cedera berat pada penis yang sedang ereksi, bisa menyebabkan fraktur penis, yaitu robekan pada jaringan yang menahan darah di dalam penis. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis dan dapat disertai bunyi seperti “pop”, nyeri hebat, pembengkakan, memar, atau perubahan bentuk penis.

5. Kulup Terlalu Ketat

Fimosis terjadi ketika kulup terlalu ketat, sehingga sulit ditarik melewati kepala penis. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri, terutama ketika penis ereksi dan saat melakukan penetrasi.

Jika kulup terasa semakin sulit ditarik, mengalami luka, atau menimbulkan nyeri berulang, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.

Mengapa Penis Bisa Sakit saat Berhubungan Seksual?

Rasa sakit saat berhubungan, bisa terjadi karena adanya tekanan dan gesekan pada jaringan penis yang sedang mengalami peradangan atau cedera. Penis yang mengalami perubahan bentuk akibat penyakit peyronie juga bisa terasa sakit ketika ereksi atau penetrasi.

Selain itu, infeksi atau peradangan pada kepala penis dan saluran kencing, bisa membuat jaringan lebih sensitif sehingga aktivitas seksual memperparah rasa sakit. Karena penyebabnya beragam, pengobatan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya.

Kapan Perlu Melakukan Pemeriksaan Medis?

Sebaiknya konsultasikan kondisi Anda dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta, terutama jika:

  • Nyeri muncul berulang setiap kali ereksi
  • Penis terasa sakit saat berhubungan seksual
  • Penis mengalami perubahan bentuk atau semakin melengkung
  • Terdapat benjolan atau bagian keras pada batang penis
  • Penis bengkak, kemerahan, atau terasa panas
  • Keluar cairan atau nanah dari penis
  • Buang air kecil terasa sakti
  • Nyeri muncul setelah penis mengalami benturan atau tertekuk
  • Ereksi terasa sangat sakit dan berlangsung lebih dari 3-4 jam

Ereksi yang berlangsung lebih dari 3-4 jam dan terasa sakit, bisa mengarah pada priapisme. Menurut NHS, kondisi ini membutuhkan penanganan segera, karena bisa menyebabkan kerusakan permanen pada penis jika terlambat ditangani.

Kesimpulan

Penis sakit saat ereksi dan berhubungan, bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari peradangan, infeksi menular seksual, cedera, fimosis, hingga penyakit peyronie. Nyeri yang terus berulang sebaiknya tidak dianggap normal.

Jika nyeri disertai perubahan bentuk penis, keluar cairan, pembengkakan, atau ereksi berkepanjangan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

penis sakit saat ereksi 2_2_11zon
Ilustrasi seorang pria yang mengalami penis sakit saat ereksi

FAQ Seputar Penis Sakit saat Ereksi dan Berhubungan

1. Apakah Penis Sakit saat Ereksi Selalu Berbahaya?

Tidak selalu. Namun, nyeri yang berulang, semakin berat, atau disertai perubahan bentuk penis dan gejala infeksi perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

2. Apakah IMS Bisa Menyebabkan Penis Sakit saat Ereksi?

Ya. Beberapa IMS bisa menyebabkan perdangan pada saluran kencing atau jaringan penis, sehingga menimbulkan nyeri, terutama jika disertai sakit saat buang air kecil atau keluar cairan dari penis.

3. Kenapa Penis Sakit saat Berhubungan Tetapi Tidak Sakit saat Tidak Ereksi?

Nyeri dapat muncul karena tekanan dan peregangan jaringan ketika penis ereksi. Penyakit peyronie, peradangan, cedera, atau kondisi pada kulit dan kulup bisa menjadi beberapa penyebabnya.

4. Kapan Penis Sakit saat Ereksi Harus Segera Tertangani?

Jika ereksi berlangsung lebih dari 3-4 jam dan terasa sakit, segera cari pertolongan medis. Priapisme yang tidak tertangani dengan cepat, dapat menyebabkan kerusakan pada penis.

Baca Juga: Saluran Kencing Gatal dan Keluar Cairan: Apa Penyebabnya?

Cek Penyebab Penis Sakit saat Ereksi dan Berhubungan di Klinik Apollo Jakarta

Mengenali penyebab penis sakit saat ereksi, ejakulasi, atau berhubungan seksual, penting bagi pria untuk mengambil langkah penanganan yang tepat.

Jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter ahli dan berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.

Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda, dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap serta memadai.

Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]

Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.⇒ [WhatsApp Dokter]

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

| | |

Reservasi Online

Anda dapat melakukan Reservasi secara online, tim Klinik Sentosa akan menghubungi Anda dalam waktu maks 1x24 jam ke depan.
Chat Dokter
Klinik kulit dan kelamin terpercaya di Jakarta